"Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng misalnya sejak dulu hingga sekarang memiliki potensi besar dalam pengembangan padi lokal dan kualitasnya (rasa) sudah dikenal konsumen secara meluas," kata Dr Gede Sedana di Denpasar, Jumat.
Namun beras yang bermutu dihasilkan petani, khususnya di Subak dalam lingkungan Desa Sudaji itu mengalami kesulitan dalam bidang pemasaran, karena harganya jauh lebih mahal dibanding jenis beras dari padi unggul lainnya.
Padahal harga padi atau beras lokal yang mahal merupakan sesuatu yang wajar karena kualitasnya lebih bagus. Jika ditinjau dari aspek sistem agribisnis padi ada salah satu subsistem agribisnis yang kurang berjalan secara maksimal. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.