Denpasar (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali mengungkapkan mayoritas realisasi kredit di Pulau Dewata disalurkan kepada debitur UMKM selama triwulan I-2026 yang mencapai Rp75 triliun atau 51,25 persen dari total realisasi kredit Rp146,47 triliun.

“Jika dibandingkan periode sama tahun lalu (2025) juga tumbuh positif 4,53 persen,” kata Kepala OJK Bali Parjiman di Denpasar, Kamis.

Ia menambahkan penyaluran kredit UMKM tersebut didominasi oleh segmen usaha mikro dengan porsi sebesar 41,73 persen dan segmen usaha kecil sebesar 37,67 persen.

Sementara itu, imbuh dia, penyaluran kredit perbankan di Bali secara umum masih tetap solid di tengah tantangan perekonomian global dan domestik.

Ia mencatat kucuran kredit perbankan di Bali selama Januari-Maret 2026 menembus Rp146,47 triliun atau tumbuh 8,19 persen jika dibandingkan periode sama 2025 yang mencapai Rp127,40 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp6,08 triliun atau 16,92 persen

Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Bali.

Adapun kualitas kredit terbilang positif dengan capaian lebih rendah yaitu 2,56 persen kredit bermasalah (NPL) dibandingkan periode sama 2025 yang saat itu mencapai 3,10 persen.

Ketahanan bank perekonomian rakyat (BPR) di Provinsi Bali juga tetap kuat tercermin dari Cash Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di atas ambang batas, berturut-turut sebesar 14,58 persen dan 33,84 persen.

“Itu menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai bantalan mitigasi risiko yang memadai,” imbuhnya.

Sementara itu, nasabah di Bali tergolong gemar menyimpan uangnya di bank dengan realisasi dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp206,21 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan periode sama 2025.

Meski DPK melambung, namun persentase kucuran kredit atau fungsi intermediasi perbankan masih belum bergerak signifikan yang ditunjukkan realisasi rasio kredit terhadap simpanan (LDR) mencapai 58,51 persen atau masih tidak bergerak jauh cari capaian 2025 mencapai 59,06 persen.



Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026