Denpasar (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui Regional Office Denpasar mencatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp4,272 triliun ke Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) selama kwartal pertama atau Januari-April 2026.
“Di 2026 ini kami sudah menyalurkan sampai dengan bulan April Rp4,2 triliun, tertingginya di KUR mikro yaitu Rp4,013 triliun,” kata Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar Anto Ariyanto.
Anto di Denpasar, Selasa, mengatakan penyaluran KUR dilakukan untuk mendorong UMKM di Bali Nusra semakin produktif dan berkembang, terpantau usaha paling banyak mengikuti program ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, serta pertanian perburuan dan kehutanan.
“Di 2026 dua sektor yang besar yaitu perdagangan besar dan eceran dengan plafonnya itu Rp1,488 triliun dengan 26.175 debitur dan sektor pertanian dengan plafond Rp1,054 triliun dengan 20.972 debitur,” ujarnya.
Lebih jauh, BUMN perbankan ini mendata bahwa dalam empat bulan pertama penyaluran KUR di Bali Nusra, pengajuan terbanyak ada di Provinsi Bali sebesar Rp2,516 triliun atau 58,90 persen, disusul NTB sebesar Rp969,19 milyar atau 22,69 persen, dan NTT sebesar Rp786,58 milyar atau sebesar 18,41 persen dari total penyaluran.
Dengan besarnya permodalan ini, BRI ingin penerima kredit optimal memanfaatkan dengan memberikan pembinaan, melalui ini maka UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Kredit itu bukan hanya sekadar untuk modalnya dia saja, tapi untuk mengembangkan usahanya, beberapa hal yang kami lakukan seperti program Desa Brilian di mana kita melakukan pembinaan UMKM, klaster agen, dan desa itu menjadi partner untuk pengembangan usaha-usaha di berbagai sektor seperti pertanian,” kata Anto.
Di tahun tim dari region 17 menargetkan masuk ke 86 desa, dan hingga saat ini sudah terkurasi 18 Desa Brilian.
Selain itu pembinaan juga dilakukan dengan mengklasterisasi usaha, Anto mengatakan ini penting karena ketika suatu jenis usaha dapat dikelompokkan dengan pelaku usaha yang sama maka mempermudah pembukaan akses dan penerima KUR dapat berkembang.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah, selain memperluas akses pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan,” tuturnya.
Anto menyatakan berkomitmen terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM di daerah, serta mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dengan memanfaatkan platform penjualan elektronik sehingga bisa mendorong kapasitas usahanya.
Ia juga mengingatkan bahwa mereka masih terbuka untuk UMKM yang hendak mengajukan KUR, sebab tahun 2026 ini mereka ditarget menyalurkan Rp10 triliun dan tidak menutup kesempatan apabila melampaui target.
Sebab selama tahun 2025 lalu, BRI Regional Office Denpasar juga ditarget nominal yang sama namun berhasil melakukan penyaluran KUR sebesar Rp12,151 triliun kepada 238.761 debitur.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026