Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan maraknya penawaran kredit usaha rakyat (KUR) melalui tautan (link) tidak resmi dan media sosial belakangan ini merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama bank BUMN itu.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya memastikan seluruh informasi tersebut bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan.

"Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apapun di awal," kata Akhmad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak mengakses maupun mengeklik tautan yang tidak resmi.

Selain itu, bank tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP dalam kondisi apa pun.

Setiap permintaan terhadap data tersebut dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan.

Perseroan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar, serta selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI seperti website www.bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @bankbri_id, @kontakbri, Facebook Bank BRI, hingga Contact BRI 14017/1500017.



Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026