Denpasar (ANTARA) - Sekitar 1.000 warga Bali memperingati Hari Lahir Pancasila dengan karnaval lintas generasi.

“Hari ini ada 1.000 peserta hadir dari berbagai komunitas, kalangan anak muda SD sampai perguruan tinggi, organisasi-organisasi masyarakat, termasuk juga komunitas paskibraka dan banyak lainnya,” kata Ketua Umum Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Bali Ketut Udi Prayudi.

Udi Prayudi di Denpasar, Senin, menjelaskan kegiatan berjudul Karnaval Pancasila ini digelar sebagai upaya membangun kembali memori kolektif masyarakat terhadap pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar NKRI.

Lebih dari sekadar seremonial, parade berjalan kaki dari titik nol Kota Denpasar ke Taman Budaya Art Center bertujuan untuk menggelorakan kembali semangat serta pemikiran Bung Karno dalam pengabdiannya kepada rakyat, bangsa, dan negara.

“Karnaval ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga media edukasi dan ruang perjumpaan lintas generasi untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan kebhinnekaan,” ujarnya.

Semangat pada Karnaval Pancasila tidak hanya ditunjukkan dari keikutsertaan lintas generasi, namun juga keberagaman atribut yang digunakan, dari seragam formal hingga busana seni dan adat.

Lebih jauh, melihat berbagai tantangan zaman, Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Bali menilai generasi muda perlu terus diingatkan tentang nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi Indonesia.

Apalagi, pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi digital nyata di depan mata.

Menurut Udi Prayudi yang juga mantan komisioner KPU Bali itu, generasi muda sebagai penerus bangsa semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai, media sosial, maupun permainan daring.

Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan.

“Dengan dunia media sosial yang begitu kuat, kita melihat bahwa nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda perlu kita tingkatkan, generasi muda ini adalah generasi penerus bangsa mereka sibuk dengan dunia gadget, game online, sehingga perlu terus diingatkan mengenai nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Udi Prayudi.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026