Denpasar (ANTARA) - Sebanyak 28 organisasi yang menaungi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) membentuk satu asosiasi bersama yang dinamakan Bali Creative Board (BCB).

“Kami buatkan rumah bersama, jadi ini memayungi organisasi, kami melihat keberhasilan dari industri pariwisata dimana banyak ekosistem yang sudah terhubung oleh Bali Tourism Board, nah di insan kreatif membuat Bali Creative Board,” kata Ketua organisasi Bali Tech Startup yang terpilih menjadi Ketua BCB I Made Artana.

Artana di Denpasar, Kamis, menjelaskan asosiasi itu dibentuk setelah melihat pentingnya memperkuat sektor ekonomi di samping bergantungnya Bali terhadap pariwisata.

Dengan berkumpulnya organisasi-organisasi pelaku ekonomi kreatif, maka setiap sub sektor usaha akan terhubung dan berpotensi melakukan kolaborasi.

Artana yang juga anggota Kelompok Ahli Gubernur Bali turut mendapat dorongan dari pemerintah daerah berupa rencana pembuatan peraturan daerah terkait ekonomi kreatif dan digital, namun pada tahap ini mereka ingin berproses dari bawah.

“Bali yang pertama punya asosiasi ekraf, bisa jadi percontohan. Menteri Ekraf juga beberapa kesempatan lalu datang ke Bali beliau sangat berharap pada Bali, karena Bali satu-satunya daerah yang semua subsektornya ada dan berjalan kan ada 17 subsektor ekonomi kreatif,” ujar dia.

Pada tahap awal pembentukan Bali Creative Board, 28 organisasi ini akan fokus pada pembentukan kepengurusan dan pengumpulan organisasi-organisasi lain yang bahkan belum terbentuk.

Salah satunya organisasi pelaku usaha perhiasan, mengingat di beberapa daerah di Bali banyak berkembang usaha kreatif berbasis perhiasan namun belum terakomodir.

Selain itu Bali Creative Board juga membantu pelaku usaha atau organisasi sub sektor yang membutuhkan perizinan, sembari menghubungkannya dengan pemerintah.

Asosiasi ini dibentuk pada dasarnya memang untuk menghubungkan unsur hexahelix yaitu dengan pemerintah, akademisi, media, akses pasar, komunitas, dan juga agregator.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026