Denpasar (ANTARA) - PT Federal International Finance (FIF Group) Bali optimistis pembiayaan di Pulau Dewata tumbuh positif di tengah krisis Timur Tengah (Timteng) yang mempengaruhi sektor usaha pariwisata.
“Pertumbuhan penjualan untuk kendaraan bermotor kami perkirakan tumbuh tiga persen,” kata Kepala Wilayah FIF Bali I Made Aria Kusuma di sela Hajatan Cabang Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.
Segmentasi pembiayaan kendaraan motor, lanjutnya, menjadi yang terbesar menguasai porsi penyaluran pembiayaan di Pulau Dewata mencapai sekitar 65 persen pada triwulan I-2026.
Meski memproyeksi pertumbuhan, namun ia menilai pembiayaan akan menjadi menantang apabila krisis geopolitik berkepanjangan.
Pasalnya, konflik di Timur Tengah itu memberi dampak kepada industri pariwisata yang merupakan pendorong geliat ekonomi utama di Bali.
“Kondisi pasar saat ini sudah mulai oke, tapi ke depan dengan situasi global ini menjadi cukup menantang,” ujar dia.
Untuk menjaga geliat pembiayaan salah satunya segmentasi kendaraan bermotor, pihaknya menyiasati misalnya dengan potongan angsuran, bunga rendah untuk KTP Bali hingga dengan uang muka mulai Rp850 ribu, motor sudah bisa dimiliki.
Tak hanya itu, pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga digencarkan karena segmentasi itu tergolong kuat saat menghadapi situasi krisis salah satunya menjadi bantalan ekonomi saat pandemi.
Saat ini jumlah nasabah yang tumbuh di Bali mencapai total 125 ribu di seluruh Bali yang berpotensi terus bertambah,
Sementara itu, optimisme dari sektor jasa keuangan itu sejalan dengan hasil survei Bank Indonesia Provinsi Bali pada triwulan I-2026 yang berkontribusi terhadap pertumbuhan positif ekonomi di Bali dengan peningkatan saldo bersih tertimbang dari 0,27 persen pada triwulan IV-2025 menjadi 3,22 persen pada triwulan I-2026.
Saldo bersih tertimbang adalah metode dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah respon yang memberikan jawaban menurun, dan dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha.
Sedangkan kinerja usaha pariwisata di Bali terkontraksi minus 8,32 persen pada triwulan I-2026, dibandingkan triwulan IV-2025 minus 0,67 persen.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026