Denpasar (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali merangkul asosiasi pariwisata menentukan standardisasi vila melalui ajang Bali Villa Connect (BVC) 2026 yang akan berlangsung Mei 2026.

“Berita hangat sekarang itu bagaimana kami mendata vila-vila yang sesuai dengan standar, kami sedang mendorong ini dan semoga dalam BVC 2026 bisa terjawab beberapa kendala itu,” kata Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Sumber Daya Manusia (SDM) Dispar Provinsi Bali Ngurah Bagus Gede Pasek Wira Kusuma di Denpasar, Rabu.

Ia menguraikan beberapa masalah dalam standardisasi vila seperti pelaporan jumlah vila yang belum sesuai, banyak vila tidak berizin, vila dengan tingkat kenyamanan yang kurang, dan masalah tata kelola kebersihan.

Lewat BVC maka isu pada diskusi awal ini bisa diangkat, dan tercipta satu pemahaman yang sama mengenai standardisasi vila khususnya mengangkat kekhasan pariwisata budaya Bali.

Selanjutnya sambil berjalan edukasi mengenai standar vila, Dispar Bali akan mendata dan mengklasifikasikan vila berdasarkan kelasnya seperti hotel.

Sebab hari ini, lanjut dia, jumlah vila di Bali belum menunjukkan angka yang valid misalnya terdata sekitar 12.000 unit vila.

Namun, asosiasi perusahaan penyewaan vila berlisensi di Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) menemukan ada 370.000 unit.

Sementara itu, Ketua BVRMA Kadek Adnyana mengatakan dari temuan ini maka banyak kebocoran secara ekonomi bagi Bali, sebab vila tak resmi tersebut tidak membayar pajak dan berpotensi menggunakan produk-produk bersubsidi.

“Banyak orang yang berusaha di Bali tetapi mereka tidak membayar pajak, sehingga terjadilah permasalahan infrastruktur kita rusak, subsidi kita diambil secara paksa oleh orang yang seharusnya tidak menerima, ada kebocoran secara ekonomi, akhirnya infrastruktur kita tidak terkelola dengan baik, kita perlu tuntaskan itu,” kata dia.

Ketua Panitia BVC 2026 Agung Juliarta menambahkan bahwa diskusi besar para pelaku pariwisata khususnya manajemen vila, operator vila, broker vila, agen perjalanan, dan penyedia teknologi, nantinya mendatangkan pakar-pakar industri pariwisata untuk memecahkan tantangan ini.

Lebih dari 1.000 orang akan terlibat pada kegiatan utama pada Selasa-Rabu, 26-27 Mei 2026, pukul 08.00–18.00 WITA di Bali Sunset Road Convention Center Denpasar.

Dalam diskusi awal dengan sejumlah asosiasi dan Dispar Bali, rencana klasifikasi vila menjadi sorotan sebab banyak keluhan dari anggota yang merasakan perang harga tanpa standar jelas di setiap kelasnya.

Saat ini, BVRMA juga sedang menyusun indikator-indikator dalam mengklasifikasikan kelas vila sembari memperkuat standardisasi vila.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026