Denpasar (Antara Bali) - Prospek penjualan oleh-oleh khas Bali sangat berpeluang untuk menggerakan perekonomian usaha kecil menengah seiring membaiknya sektor pariwisata Indonesia, khususnya Pulau Dewata.
"Kami mencoba memberi peluang UKM bekerja sama dengan usaha yang kami buka, yaitu pusat penjualan oleh-oleh khas Bali. Dengan kerja sama tersebut berbagai macam oleh-oleh khas Bali ada di sini," kata Pemilik Pusat Perbelajaan "Dewata" Oleh-Oleh Khas Bali Anak Agung Dharmayuda di Denpasar, Jumat.
Ia mengemukakan, di pusat perbelanjaan ini wisatawan bisa mendapatkan oleh-oleh yang dapat menjadi kenangan kunjungan ke Pulau Dewata. Ada berbagai macam barang dagangan didominasi oleh pakaian, mulai dari baju anak-anak sampai dengan dewasa.
"Tentu saja baju-baju yang kami jual dengan model dan motif khas Bali. Selain itu, dijual juga berbagai macam hasil kerajinan tangan lainnya," paparnya.
Pusat perbelanjaan yang baru dibuka pada 30 Maret 2010 ini, juga menjual makanan khas Bali, seperti kacang tanah dan aneka kue atau makanan ringan lainnya.
"Pusat perbelajaan ini di Jalan By Pass Ngurah Rai Tohpati Denpasar. Dengan lokasi strategis yang mudah dijangkau dari Kota Denpasar dan kawasan wisata Sanur maupun Kuta," jelas Dharmayuda.
Keuntungan lain, kata dia, berbelanja di sini adalah soal kepraktisan. Dengan berkunjung ke satu tempat, konsumen dapat memilih berbagai macam jenis oleh-oleh Bali.
Selain itu, harga barang-barang yang ditawarkan tersebut sangat terjangkau. Dan harga yang dicantumkan tak bisa ditawar lagi.
"Bagi konsumen yang kurang lihai menawar, atau sering tidak tegaan, hal ini menguntungkan karena mereka akan mendapat harga yang sudah pasti," ucap Dharmayuda berpromosi.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.