Denpasar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat hampir satu juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali dalam dua bulan pertama tahun 2026 yaitu Januari-Februari.

“Secara kumulatif 2026 yaitu Januari-Februari jumlah kedatangan wisman langsung ke Bali sudah mencapai 994.494 kunjungan,” ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Rabu.

Agus menyebut jumlah kumulatif dua bulan ini meningkat 1,42 persen dibanding Januari-Februari 2025 sebanyak 980.594 kunjungan.

“Bahkan kedatangan wisman langsung ke Bali pada periode Januari-Februari 2026 tercatat paling tinggi dibandingkan periode yang sama dalam empat tahu terakhir,” ujarnya.

Jika tren positif awal tahun ini terus berlangsung pada bulan-bulan berikutnya, BPS Bali melihat ada potensi jumlah kunjungan wisman lampaui tahun sebelumnya.

Berdasarkan asal negara wisman, dalam dua bulan itu wisman terbanyak yang masuk ke Bali adalah Australia dengan total 234.302 kunjungan, disusul Tiongkok 124.745 kunjungan, India 74.483 kunjungan, Korea Selatan 51.108 kunjungan, dan Rusia 45.481 kunjungan.

Namun meski secara kumulatif dua bulan jumlah kunjungan wisman hampir mencapai 1 juta, BPS Bali melihat kondisi kurang baik karena kunjungan saat Februari saja menurun dibanding saat Januari.

Jumlah kedatangan wisman langsung ke Bali pada bulan Februari 2026 sebanyak 492.289 kunjungan atau naik 9,23 persen dibanding Februari 2025, namun turun 1,96 persen dibanding Januari 2026.

“Pola 2026 ini mirip dengan 2025 di mana kunjungan Januari lebih tinggi dari Februari, sementara 2024 kondisi Januari ke Februari meningkat. Kalau 2025 menurun karena libur panjang Imleknya di Januari, sedangkan yang sekarang padahal Imlek Februari,” kata Agus.

BPS Bali memperkirakan kondisi ini terjadi karena pada akhir Februari mulai terjadi serangan AS-Israel terhadap Iran yang menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan akibat perang.

Terbukti di bulan tersebut, kata dia, ketika dibedah berdasarkan kawasan asal wisman hanya wisman Asia dan Asean yang mengalami peningkatan kedatangan.

 



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026