Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali menegaskan komitmennya untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik guna menjaga kondisi menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tetap kondusif.

"Koordinasi yang solid antarinstansi sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dalam rapat kesiapsiagaan Pemerintah Daerah yang digelar di lingkungan Pemkab Buleleng, Kamis.

Ia mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi forum koordinasi lintas instansi guna memastikan keamanan, kelancaran layanan publik, serta kesiapan berbagai sektor menjelang dua hari raya besar tersebut.

Kesiapan pemerintah daerah, kata dia, mencakup berbagai aspek mulai dari pengamanan, stabilitas harga bahan pokok, hingga kesiapsiagaan infrastruktur dan layanan kesehatan.

“Pertemuan ini kita laksanakan untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran layanan publik. Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah pada Hari Raya Nyepi maupun Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Buleleng menekankan sejumlah langkah strategis yang harus dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh perangkat daerah bersama unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. 

Salah satunya adalah memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, termasuk pengawasan pada titik-titik keramaian seperti objek wisata, pusat perbelanjaan, serta pasar-pasar tumpah yang biasanya meningkat menjelang hari raya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Berbagai langkah seperti pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar akan terus dilakukan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Di sektor infrastruktur dan transportasi, Pemkab Buleleng juga menginstruksikan percepatan penanganan jalan rusak serta pengawasan kelayakan kendaraan angkutan, khususnya yang digunakan untuk arus mudik. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi kecelakaan selama periode perayaan hari raya.

"Koordinasi seluruh stakeholder sangat penting agar kita dapat meminimalisasi berbagai potensi gangguan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah,” kata Sutjidra.

Selain pengamanan dan pelayanan publik, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada aspek mitigasi bencana dan kesiapsiagaan layanan kesehatan.

Hal ini mengingat Kabupaten Buleleng baru saja mengalami bencana banjir bandang yang berdampak pada sejumlah wilayah, sehingga kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Melalui rapat kesiapsiagaan, Pemkab Buleleng berharap seluruh pihak dapat memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu demi menciptakan situasi yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026