Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta hasil-hasil riset perguruan tinggi se-provinsi agar berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Kami ingin mulai tahun ini ada sinergi antara Pemprov Bali dengan perguruan tinggi se-Bali agar hasil riset benar-benar bermanfaat bagi pembangunan daerah,” kata Gubernur Koster dalam keterangan di Denpasar, Minggu.
Di sela pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Koster membuka peluang kolaborasi riset antara pemerintah dengan perguruan tinggi guna mendukung pembangunan daerah berbasis penelitian.
"Ini untuk memastikan agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi syarat administratif kenaikan jabatan fungsional dosen, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kebijakan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Nantinya, kata dia, kolaborasi tersebut akan menghubungkan program studi di perguruan tinggi dengan instansi pemerintah yang relevan.
“Misalnya, penelitian dari fakultas kedokteran dapat disinergikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sementara bidang lainnya dapat bekerja sama dengan perangkat daerah sesuai kebutuhan,” ujar Gubernur Koster.
Kolaborasi ini, menurut dia, juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bali sebagai sektor utama.
Orang nomor satu di Pemprov Bali itu menyatakan program kerja sama dengan perguruan tinggi direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
Sinergi riset nantinya akan memperkuat pembangunan Bali di berbagai sektor, seperti kesehatan, pertanian, peternakan, dan lingkungan hidup.
Selain itu, kerja sama ini diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan akademik dosen sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Gubernur Koster menambahkan, Pemprov Bali saat ini tengah menyusun konsep integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan program kerja perangkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Melalui skema tersebut, rektor, dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika diharapkan terlibat langsung dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.
Perguruan tinggi di Bali diminta berperan aktif dalam menangani persoalan strategis daerah, termasuk pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Ia berharap setiap kampus mampu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi yang berkelanjutan.
“Upaya pelestarian lingkungan, termasuk penghijauan dan penguatan ekosistem, menjadi bagian penting dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang bertujuan menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang,” ujarnya.
Di kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar, Koster mengapresiasi sivitas akademika yang dinilai konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026