Gilimanuk, Bali (ANTARA) - Antrean kendaraan pemudik yang hendak meninggalkan Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana menuju Ketapang, Jawa Timur mencapai puluhan kilometer.
Pantauan ANTARA, Sabtu siang, ekor antrian mencapai Hutan Klatakan yang berjarak sekitar sepuluh kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
"Pada Sabtu sejak dini hari tadi terjadi peningkatan jumlah kendaraan arah Pelabuhan Gilimanuk," kata Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati, Sabtu.
Agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik, pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan bus dan truk ke jalur khusus, termasuk menggunakan jalan perkampungan di Kelurahan Gilimanuk.
Di sepanjang jalu mudik khususnya menjelang Gilimanuk, kata dia, anggotanya melakukan patroli agar pemudik tidak saling mendahului dan menutupi seluruh badan jalan.
"Kami arahkan kendaraan pemudik untuk tertib pada jalurnya. Tidak boleh seluruh badan jalan digunakan kendaraan dari arah Denpasar, karena ada juga kendaraan dari arah Gilimanuk," katanya.
Selain itu personel patroli juga membangunkan pengemudi yang tertidur dengan posisi kendaraan di tengah jalan, agar tidak menghambat kendaraan di belakangnya.
"Kalau memang mengantuk silahkan menepi mencari tempat yang aman untuk istirahat," katanya.
Grafik jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Gilimanuk juga dibenarkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry, yang dipengaruhi masyarakat yang mudik lebih awal, serta aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional sebelum penutupan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan untuk mengurai antrian, pihaknya melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean di pelabuhan bersama dengan instansi terkait.
"Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti roda dua dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat, sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal," katanya.
Agar kendaraan bisa lebih cepat diseberangkan, otoritas pelabuhan kembali mengoperasikan KMP Portlink VII yang sebelumnya sempat mengalami insiden kebakaran di Pelabuhan Ketapang.
Sementara itu, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menambahkan kapal dengan kapasitas angkut yang besar ini mampu mempercepat proses pemuatan kendaraan.
Menurut dia, KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut sekitar 600 penumpang, 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan.
Dia mengatakan sebelum kembali beroperasi, kapal ini telah melalui proses perbaikan dan pengecatan ulang menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya.
Setelah proses tersebut rampung, kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi aspek keselamatan pelayaran.
"Dari hasil pengujian tersebut, KMP Portlink VII dinyatakan layak dan siap beroperasi untuk melayani jasa pelayaran," katanya.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026