Denpasar (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bali mencatat jumlah penumpang keluar-masuk Pulau Dewata selama Posko Angkutan Lebaran 2026 melampaui prediksi.

“Total pergerakan penumpang dari seluruh pintu masuk Bali selama Posko Angkutan Lebaran 2026 pada 13 Maret-29 Maret mencapai 2,48 juta orang, sementara proyeksi Dishub Bali sebesar 2,46 juta,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta di Denpasar, Rabu.

Mudarta mengatakan dengan realisasi tersebut artinya jumlah pergerakan orang di Bali selama periode Idul Fitri naik 4,7 persen dibandingkan periode sama pada 2025.

Prediksi awal Dishub Bali yakni kenaikan hanya sampai empat persen, sehingga realisasi itu menunjukkan adanya tren kenaikan mobilitas masyarakat pada angkutan Lebaran 2026.

Selama Lebaran, jumlah penumpang yang meninggalkan Bali sebanyak 1.303.626 penumpang, sedangkan yang masuk Bali sebanyak 1.176.043 penumpang.

Lalu lintas tersibuk, menurut dia, terjadi di pintu Pelabuhan Gilimanuk, tercatat sebanyak 702.162 orang meninggalkan Bali dan 568.006 masuk Pulau Dewata.

Mudarta melihat lonjakan pergerakan penumpang terjadi pada periode H-5 Idul Fitri atau 15 Maret hingga H-3 yaitu 17 Maret yang didominasi arus keluar Bali.

Dishub Bali melihat tingginya pergerakan dan kondisi kepadatan selama tiga hari itu dipengaruhi oleh kecenderungan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari Hari Pengerupukan pada H-1 Nyepi dan Hari Raya Nyepi. 

Akibatnya, pergerakan menjadi tidak merata dan terkonsentrasi pada periode tersebut, sehingga menimbulkan kepadatan terutama pada akses menuju ke Pelabuhan Gilimanuk.

“Kondisi ini menjadi masukan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran baik pemerintah pusat, daerah, maupun badan usaha,” katanya menambahkan. 

Melihat tingginya pergerakan penumpang pada periode Idul Fitri, Dishub Bali memandang perlunya alternatif jalur untuk memecah kepadatan.

Untuk itu, Pemprov Bali berencana mengembangkan pelabuhan bagi lalu lintas angkutan logistik melalui laut langsung ke Bali Selatan, Bali Utara, dan atau Bali Timur tanpa masuk Pelabuhan Gilimanuk.

Menurut dia, itu menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan tekanan terhadap infrastruktur jalan, terutama pada saat Posko Angkutan Lebaran.

“Lintasan Gilimanuk-Denpasar digunakan oleh angkutan orang maupun angkutan barang, sehingga ketika terjadi lonjakan kendaraan pemudik menjelang lebaran kepadatan lalu lintas menjadi sangat tinggi, oleh karena itu kami mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar dapat melakukan kajian terhadap opsi angkutan logistik melalui laut ini,” kata Mudarta.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026