Denpasar (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Bali, khususnya Satpol PP tingkat Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Buleleng, mengerahkan sumber daya manusia (SDM) khusus yang sudah terlatih untuk mengamankan sektor pariwisata di wilayah sekitar.
“Hari ini baru selesai kegiatan peningkatan kapasitas melalui bimbingan teknis Satpol PP Pariwisata dari ada tiga daerah, yakni di provinsi sebanyak 30 orang, Kabupaten Badung 40 orang dan Buleleng 10 orang,” kata Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi di Denpasar, Jumat.
Dewa menyampaikan 80 personel yang ditempatkan di unit Satpol tersebut, baik milik Satpol PP Bali maupun Satpol PP Badung dan Buleleng, merupakan sumber daya manusia (SDM) khusus yang sudah dibekali berbagai ilmu dan keterampilan.
“Khusus memang ditempatkan untuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), bisa berbahasa asing pasti karena setiap tahun dua kali diberi pelatihan berbagai bahasa, juga pelatihan bela diri bagaimana cara melumpuhkan tanpa mencederai,” ujarnya.
Menurut dia, dengan sudah terbentuknya unit Satpol PP tersebut maka personel akan bekerja khusus di objek wisata masing-masing wilayah kerja mereka.
Dia menjelaskan selain dibekali pengetahuan, mereka juga dibekali seragam yang berbeda dari Satpol PP biasanya. Unit Satpol ini menonjolkan keramahan melalui pakaian yang lebih santai dan juga membawa hewan anjing lokal yang terlatih.
Dalam kerjanya, kata dia, unit Satpol PP Pariwisata akan terus berpatroli secara bergiliran di objek wisata, dan mereka bertugas memberi pembinaan kepada wisatawan yang melanggar.
“Inilah tugasnya Satpol PP Pariwisata, meminimalisir dengan cara edukasi, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan saat mereka berwisata di Bali. Sekarang juga sudah terlihat dari angka, kan sudah berkurang aktivitas wisatawan yang melanggar, hanya perilaku melanggar di jalan itu yang masih banyak dilakukan,” ujarnya.
Selain memastikan wisatawan tidak melakukan pelanggaran, kata Dewa, unit Satpol PP khusus ini juga ditugaskan membina pedagang liar atau masyarakat sekitar yang berpotensi mengganggu aktivitas wisatawan, sehingga pengunjung Bali selalu merasa aman dan nyaman.
Menurut dia, sebaran objek wisata yang jumlahnya hampir 500 objek di Bali, Satpol PP Bali mendorong kabupaten/kota lainnya untuk segera membentuk Satpol PP Pariwisata yang selanjutnya bisa dibantu pembinaan oleh Satpol PP Provinsi Bali.
