Badung, Bali (ANTARA) - Kepolisian Resor Badung, Bali, menyebutkan satu orang pemandu wisata berinisial IBNS (51) meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Objek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
"Telah terjadi bencana alam berupa pohon pala tumbang Rabu, 3 Desember 2025 l, pukul 15.00 Wita di Objek Wisata Sangeh tepatnya di Pura Bukit Sari. Akibatnya dua orang korban, satu meninggal dunia dan satu mengalami luka serius dan patah tulang," kata Pejabat Sementara Kasubsipenmas Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Menurut keterangan Ayu, korban INR yang mengalami patah tulang juga merupakan pengelola sekaligus pemandu wisata di Sangeh.
Ia menjelaskan, pohon pala berukuran besar tumbang diduga akibat hujan deras disertai angin kencang.
Pada mulanya, kedua korban bersama dengan dua orang temannya yang bekerja sebagai pengelola sekaligus pemandu wisata di Daya Tarik Wisata Sangeh berteduh di Bale Gong dalam areal DTW Sangeh.
Namun, dua orang rekan korban yang menjadi saksi dalam peristiwa tersebut memilih untuk berpindah tempat menuju parkiran karena hujan semakin deras.
"Tidak berselang beberapa saat kemudian tiba-tiba terdengar suara pohon tumbang," kata Ayu.
Tak lama setelah pohon tumbang, korban INR yang mengalami patah tulang berlari ke arah parkiran dan memberitahukan kepada para saksi bahwa dirinya tertimpa ranting pohon yang tumbang.
Korban INR juga memberitahukan, rekan mereka IBNS masih ada di dalam Bale Gong yang tertimpa pohon pala.
Mendengar informasi tersebut, para saksi beserta seorang teman lainnya bernama Surya selaku staf pengelola Obyek Wisata Sangeh mengecek dan memastikan kondisi korban di Bale Gong tersebut.
Setibanya di sana, para saksi melihat bangunan Bale Gong sudah rubuh tertimpa kayu jenis pala.
Para saksi kemudian mencari korban di sekitar Pura Obyek Wisata Sangeh dan memangil-manggil nama korban, tetapi tak ada jawaban dari korban.
Para staf yang lain pun berdatangan untuk mencari keberadaan korban hingga akhirnya korban ditemukan berada di bawah bangunan Bale Gong yang tertimpa pohon Pala.
"Pada saat itu korban hanya keliatan kaki dan tangannya yang sudah berada di bawah reruntuhan atap Bale Gong," kata Ayu.
Kejadian tersebut pun dilaporkan kepada pihak Kepolisian setempat dan BPBD Badung, Damkar dan pihak PLN.
"Pukul 16.00 Wita dilakukan upaya memutus arus listrik, dan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan Bale Gong yang diakibatkan pohon pala yang tumbang," katanya.
Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada, Kabupaten Badung.
Korban patah tulang pun telah mendapatkan perawatan dari pihak medis.
