Singaraja, Bali (ANTARA) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali memborong penghargaan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-38 yang digelar di Universitas Hasanuddin Makassar.
"Undiksha mencatatkan pencapaian membanggakan dengan membawa pulang tiga nominasi penghargaan, sekaligus menembus peringkat Ke-11 nasional dari 167 perguruan tinggi peserta dengan 417 tim," kata Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.
Ia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan mendalam atas pencapaian ini sebagai bukti bahwa perguruan tinggi terbesar di Pulau Dewata tersebut menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air.
Lasmawan menegaskan prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, dan seluruh ekosistem akademik di Undiksha.
“Capaian ini bukan hanya prestasi mahasiswa yang berlaga di PIMNAS, tetapi juga keberhasilan kita bersama dalam membangun budaya ilmiah, kreativitas, dan daya saing mahasiswa Undiksha. Saya sangat bangga melihat semangat, dedikasi, dan konsistensi mereka,” ungkap dia.
Pihaknya juga menegaskan Undiksha akan terus memperkuat pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meningkatkan kualitas riset mahasiswa, serta memperluas dukungan institusi agar capaian ini dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berkomitmen memberikan ekosistem yang kondusif bagi inovasi mahasiswa. Harapannya, tahun berikutnya Undiksha bisa lebih baik,” katanya.
Adapun prestasi tersebut menjadi lompatan signifikan, mengingat tahun sebelumnya Undiksha berada di peringkat ke-17 dari 112 perguruan tinggi.
Tidak hanya itu, Undiksha juga berhasil meraih posisi kedua di antara seluruh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia, sebuah capaian yang menegaskan reputasinya sebagai kampus unggul dalam inovasi dan kreativitas mahasiswa.
Dari delapan tim Undiksha yang lolos berlaga di PIMNAS, tiga di antaranya sukses meraih penghargaan pada kategori yang berbeda. Pertama, Tim PKM-RE yang mengusung inovasi “Bioremediasi Kromium pada Tanaman Padi dengan Bioaugmentasi Bakteri Indigenous Perairan Tercemar Limbah Tekstil.”
Tim yang diketuai Made Luhur Sahadeva dengan pendamping I Made Oka Riawan, ini berhasil menyabet Medali Perunggu untuk kategori Poster PKM-RE-4.
Kedua, Tim PKM-PM dengan judul program “Merajut Harapan ACTive Flow Yoga untuk Menurunkan Tingkat Generalized Anxiety Disorder pada Tahanan Lapas Kelas IIB Singaraja.”
Dipimpin Ketut Seri Sasti Dewiyani dan dibimbing Dr. Putu Nanci Riastini, tim ini meraih penghargaan Kelompok Favorit PKM-PM-3. Program mereka diapresiasi karena memberikan pendekatan humanis dan efektif untuk kesehatan mental warga binaan.
Ketiga, Tim PKM-PM yang mengusung inovasi “Konseling Percakapan Krishna dan Arjuna untuk Ketahanan Mental sebagai Upaya Antisipasi Stres Kebencanaan di Panti Asuhan Wisma Anak Harapan.”
Dengan ketua Ni Putu Raina Cantika Dewi dan pendamping Anak Agung Ayu Dewi Sutyaningsih tim ini sukses meraih Medali Perak pada kategori Presentasi PKM-PM-2.
