Denpasar (ANTARA) - Mantan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati maju menjadi calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) Bali periode 2025-2030.
“Kami akan mengirimkan nama kandidat itu ke PHRI Pusat,” kata Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Daerah (Musda) ke-15 PHRI Bali Perry Markus di Denpasar, Bali, Kamis.
Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 itu menjadi calon tunggal alias tanpa lawan pada proses penjaringan pimpinan asosiasi terkait pariwisata di Pulau Dewata itu.
Tokoh bangsawan asal Puri Ubud, Gianyar sekaligus calon petahana itu menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar dan menyerahkan berkas dokumen pendaftaran di Sekretariat PHRI Bali.
Padahal, panitia membuka pendaftaran calon pimpinan selama satu bulan, sejak 25 Oktober dan sudah ditutup pada 25 November 2025.
Perry menjelaskan PHRI Pusat akan melakukan verifikasi dan pemilihan akan disampaikan pada Musda ke-15 yang dijadwalkan diadakan di Denpasar pada 3 Desember 2025 di Sanur, Bali.
Dengan demikian, Tjokorda menjadi calon kuat yang berpotensi besar kembali memimpin asosiasi tersebut, setelah mengakhiri masa jabatannya pada 18 Desember 2025.
Sebagai gambaran, ia sudah menjadi Ketua PHRI Bali sejak 2005 dan selama empat periode berturut-turut menjadi calon tunggal alias tanpa penantang.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah yang diharapkan dapat dibantu oleh ketua yang baru yaitu terkait legalitas akomodasi pariwisata.
PHRI Bali mencatat saat ini jumlah perhotelan dan restoran yang berada di bawah naungan asosiasi itu masing-masing mencapai 350 dan 33 unit.
Namun, jumlah itu masih belum sebanding dengan realita di lapangan di antaranya berdasarkan pengamatan akomodasi yang tersedia pada platform daring yang jumlahnya mencapai belasan ribu unit.
Selain itu, terkait dukungan kebijakan pemerintah daerah terkait pungutan wisatawan asing (PWA) hingga peningkatan kualitas wisatawan.
