Jakarta (ANTARA) - Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Ghina Ghaliya mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri melalui program Cek Kesehatan Gratis agar mendapatkan penanganan kesehatan sedari dini.

"Karena memang masyarakat ini kan agak takut ya kalau untuk cek kesehatan itu kan, kesannya tuh kita ntar tau lah kita punya penyakit apa. Tapi memang perlu,” kata Ghina saat mengunjungi Puskesmas Kembangan, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan program kesehatan dari pemerintah melalui CKG sangat baik dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal kesehatan dan mengetahui masalah kesehatannya lebih dini.

Namun Ghina mengatakan sosialisasi yang lebih massive perlu dilakukan lagi supaya semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan CKG minimal satu tahun sekali.

“Jadi kalau misalnya nggak dicek, malah kita nggak tau kan kita sakit apa gitu. Jadi itu yang memang belum disosialisasikan dengan baik. Kayak harus lebih kita rajin-rajin jemput bola, di segala tempat kita mulai,” katanya.

Ia mengatakan program CKG di puskesmas sudah dilakukan secara gratis dengan datang langsung dan menunjukkan KTP atau mendaftar secara online di aplikasi Satu Sehat.

Selain itu ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjemput bola masyarakat agar teredukasi mengenai CKG mulai dari sekolah, tempat kerja, kantor pemerintahan dan di mall besar.

Ia mengatakan CKG merupakan program yang sayang untuk dilewatkan karena pemeriksaan yang dilakukan terhitung lengkap mulai dari pemeriksaan gigi, mata, rekam jantung dan status kesehatan gizi (TB/BB), serta cek lab seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

Tanggal 10 Februari merupakan tepat satu tahun pelaksanaan program CKG yang diinisiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit (seperti kanker, diabetes, hipertensi) untuk meningkatkan kualitas hidup.

Selama tahun 2025, capaian program CKG telah menyasar 70 juta orang dan telah dijalankan melalui 10.225 Puskesmas di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, pemerintah memulai program pengobatan gratis selama 15 hari pertama sebagai lanjutan dari hasil CKG, setelah itu layanan akan terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

Salah satu penerima manfaat CKG adalah warga Kembangan Grace Kumaladewi (66), mengatakan sangat terbantu dengan program ini karena bisa memeriksakan kesehatannya mulai dari jantung, mata, gigi, kesehatan jiwa, hingga pap smear dan cek darah.

“Dengan ada cek ini, saya ikutin yang tahun lalu saya ikut, dari situ kan ketahuan dari EKG ya, ketahuan ada sedikit gangguan di jantung, terus ada diabetes, darah tinggi, kolesterol, itu bisa ketahuan jadinya di cek gitu. Jadi kita bisa minum obatlah, mencegah ya,” kata Grace.

Ia berharap informasi mengenai CKG bisa disosialisasikan lebih luas agar lebih banyak yang menerima manfaat dan meyakinkan masyarakat pemeriksaan CKG di puskesmas tidak mengantre dan mudah.



Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026