Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali melalui Dinas Kesehatan setempat memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mengadakan gebyar layanan sampai ke pelosok desa.

"Perluasan ini dilakukan untuk mempercepat capaian target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun (2026) sebagaimana ditetapkan Bupati Buleleng," kata Kepala Dinas Kesehatan Buleleng Sucipto di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat.

Sebelumnya, layanan CKG telah dilaksanakan di puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di kabupaten utara Pulau Dewata tersebut.

Dengan pola jemput bola sampai ke pelosok desa di Buleleng, tenaga kesehatan kini turun langsung ke desa agar akses layanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Pihaknya juga menyampaikan program yang telah berjalan selama dua bulan tersebut menunjukkan kemajuan yang positif.

Meski begitu, percepatan tetap diperlukan guna memastikan target partisipasi dapat tercapai.

“Pada 2026 kami targetkan 46 persen. Untuk itu kami lakukan gebyar-gebyar di desa agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan program unggulan pemerintah ini,” ujar dia.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes menjelaskan pemeriksaan kesehatan gratis diberikan kepada seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia.

Layanan tersebut meliputi deteksi dini hipertensi, risiko stroke, gangguan mobilitas dan penurunan kebugaran pada lansia, hingga pemeriksaan penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Selain pelayanan medis, pendekatan lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan aparat desa.

Sosialisasi digencarkan untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kondisi kesehatannya.

Sucipto lebih jauh memaparkan program itu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Deteksi dini memungkinkan penanganan penyakit dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup di Kabupaten Buleleng yang pada periode 2020–2025 tercatat berada pada kisaran 75,06 tahun.

“Semakin awal kita tahu kondisi kesehatan masyarakat, semakin baik penanganannya. Harapannya tentu umur harapan hidup bisa meningkat,” pungkasnya.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026