Denpasar (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bali mencatat peningkatan pengiriman buah manggis dari Bali ke Tiongkok menjelang tahun baru Imlek 2577 Kongzili/2026.
"Kami menyertifikasi 79,5 ton manggis selama kurun waktu 1 Januari sampai 9 Februari 2026 atau meningkat 700 persen dibandingkan Desember 2025," kata Kepala BKHIT Bali Heri Yuwono di Denpasar, Selasa.
Menurut data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust), BKHIT Bali selama periode 1 Januari sampai 9 Februari 2026 telah 42 kali menyertifikasi manggis dengan volume total 79,5 ton untuk keperluan ekspor.
Heri menyampaikan bahwa BKHIT Bali selama Desember 2025 hanya sekali menyertifikasi manggis dengan volume 9,7 ton untuk keperluan ekspor.
Menurut dia, permintaan manggis meningkat menjelang tahun baru Imlek karena masyarakat Tiongkok menganggap manggis sebagai lambang keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan.
Meski permintaannya meningkat, menurut data BKHIT Bali angka pengiriman manggis menjelang Imlek 2026 masih lebih rendah dibandingkan dengan kurun yang sama tahun 2025.
Pada kurun yang sama tahun 2025, BKHIT Bali melakukan total 131 kali sertifikasi manggis dengan volume 356,5 ton untuk tujuan ekspor.
Penurunan volume ekspor menurut BKHIT Bali antara lain disebabkan oleh penurunan produksi manggis akibat kondisi cuaca ekstrem.
Heri menjelaskan bahwa penanganan pengiriman manggis ke China dilakukan sesuai dengan prosedur ekspor yang berlaku.
BKHIT Bali berusaha memastikan manggis yang akan diekspor memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam protokol ekspor, termasuk di antaranya bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, dan siput.
