Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar menjadikan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 Tahun 2025 sebagai momentum untuk merefleksikan transformasi sistem pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Arya Wibawa saat membuka rangkaian kegiatan HKN di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan peringatan HKN merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
“Peringatan HKN setiap tahunnya adalah ruang refleksi bagi kita semua. Ini momentum untuk melihat kembali capaian, memperkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan masyarakat yang semakin sehat dan sejahtera,” ujar Arya Wibawa.
Arya Wibawa menjelaskan Pemerintah Kota Denpasar terus mentransformasi sistem kesehatan melalui penguatan layanan primer, mulai dari posyandu, pustu, hingga puskesmas.
Upaya promotif dan preventif menjadi fokus utama, karena kesehatan yang kuat harus dibangun dari hulu. Adapun tema HKN Ke-61 yakni “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”
Tema ini, menurut Arya Wibawa, sangat relevan dengan perkembangan Kota Denpasar yang dinamis.
Kualitas sumber daya manusia masa depan sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial masyarakat hari ini.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan kesehatan, tenaga medis, akademisi, dunia usaha, media, hingga para kader kesehatan. Dedikasi dan pengabdian semua adalah fondasi kuat bagi kesehatan masyarakat Denpasar,” ujar Arya Wibawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati mengatakan tema HKN tahun ini menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) menjadi pilar utama untuk membangun generasi yang tangguh dan produktif.
“Kesehatan bukan hanya soal fasilitas dan layanan. Yang utama adalah membangun budaya hidup sehat di masyarakat,” katanya.
Candrawati menambahkan, rangkaian HKN tahun ini telah bergulir sejak Juli dan melibatkan 11 puskesmas, fasilitas kesehatan swasta, LSM, hingga berbagai komunitas.
Selain itu, safari kesehatan, pemeriksaan kebugaran bagi ASN, serta berbagai lomba seperti memasak sehat, senam, hingga video kreatif turut memeriahkan peringatan HKN tahun ini. Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
Upaya Dinas Kesehatan tak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga edukasi dan pembudayaan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur, konsumsi gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga safari kesehatan gratis.
“Kami berharap Germas benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih dan perilaku hidup sehat, kita bisa menekan penyakit seperti DBD dan diare, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada puncak HKN tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar juga resmi meluncurkan SIDIMAS sebagai sistem pembayaran retribusi puskesmas berbasis cashless. Meski sebelumnya beberapa puskesmas masih menggunakan metode manual, kini pembayaran melalui SIDIMAS memungkinkan proses yang lebih cepat dan transparan.
"SIDIMAS diharapkan menjadi langkah awal digitalisasi layanan kesehatan primer di Denpasar, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan akuntabel," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa secara resmi membuka rangkaian kegiatan HKN serta meluncurkan Sistem Retribusi Digital Puskesmas (SIDIMAS).
Selain itu, Arya Wibawa juga menyerahkan sejumlah apresiasi dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang digelar selama rangkaian HKN.
