Mangupura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, melakukan percepatan penurunan prevalensi stunting di kabupaten setempat dengan mengintervensi penanganan melalui Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Badung melalui deteksi dini terhadap masalah gizi dan kesehatan pada balita serta ibu hamil,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Kegiatan itu dilakukan dengan Gerakan Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Posyandu se-Kabupaten Badung.
Berdasarkan data Sigizi Kesga per 1 November 2025, sasaran kegiatan meliputi 9.413 balita dan 3.413 ibu hamil di seluruh wilayah Badung.
Bupati Adi Arnawa mengatakan intervensi dilakukan secara serentak di seluruh Posyandu, dengan tahapan meliputi pendataan, penimbangan, pengukuran, verifikasi, edukasi, hingga intervensi gizi.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan hanya bersifat seremonial, melainkan merupakan komitmen dari strategi pemerintah untuk menghadirkan data stunting yang akurat dan kredibel.
“Melalui kegiatan pengukuran serentak ini kami ingin memastikan bahwa intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” kata dia.
Ia menjelaskan kolaborasi bersama masyarakat juga menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
“Asupan makanan dan pola gizi harus diperhatikan. Pemerintah sudah menanggung seluruh biaya pelayanan kesehatan, karena itu, mari jaga kesehatan agar usia harapan hidup masyarakat terus meningkat,” kata Bupati Adi Arnawa.
