Denpasar (ANTARA) - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan kecepatan angin di perairan selatan Bali maksimum mencapai 25 knot dan 35 knot di perairan utara pada 6-9 Januari 2026.

"Pola angin di wilayah perairan utara umumnya bergerak dari arah barat daya-barat laut," kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Riski Dwi Saputro di Denpasar, Bali, Senin.

Berdasarkan analisis kondisi sinoptik dari BBMKG Denpasar, pola angin di perairan selatan Bali juga serupa yakni diperkirakan bergerak dari arah barat daya-barat laut, dengan kecepatan minimum masing-masing diperkirakan berkisar 5 knot.

BBMKG Denpasar juga menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut yang diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter pada periode tersebut.

Ketinggian gelombang diperkirakan hingga 2,5 meter itu berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung dan perairan selatan Bali.

Pihaknya juga memperkirakan ketinggian gelombang laut untuk penyeberangan di Bali mencapai hingga 2,5 meter pada 5-6 Januari 2026.

Penyeberangan itu yakni Padangbai-Lembar, Padangbai-Nusa Penida, Sanur-Nusa Penida, dan Kusamba-Nusa Penida yang diperkirakan dalam cuaca hujan intensitas sedang dengan kecepatan angin diperkirakan hingga 20 knot.

BMKG mencatat kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Operator kapal tongkang diimbau waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter, sedangkan operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026