Badung, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengoptimalkan pengolahan di berbagai tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R) yang ada di desa/kelurahan termasuk tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) sebagai upaya penanganan sampah berbasis sumber.
“Kami juga mengajak masyarakat agar tetap konsisten mendukung program kami terutamanya penanganan masalah sampah berbasis sumber,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Ia mengatakan pihaknya mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk membangun teba modern berbasis rumah tangga sebagai upaya lain dalam mengatasi permasalahan sampah.
Dalam upaya edukasi dan sosialisasi penanganan sampah kepada masyarakat, Pemkab Badung juga telah membentuk satgas penanganan sampah di masing-masing desa/kelurahan.
Dengan adanya satgas itu, pihaknya berharap masyarakat akan lebih memahami proses penanganan sampah yang dimulai dari memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos.
“Apabila hal itu dapat dilakukan oleh masyarakat Badung maka penanganan sampah di tingkat TPS3R dan TPST menjadi berkurang,” kata Bupati Adi Arnawa.
Selain mengatasi permasalahan sampah, penanganan banjir juga menjadi salah satu skala prioritas utama Pemerintah Kabupaten Badung di tahun 2026.
Bupati Adi Arnawa juga telah memantau secara bertahap di sejumlah titik rawan banjir guna memastikan langkah penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran seperti dengan upaya normalisasi aliran sungai.
Ia menjelaskan normalisasi merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus peningkatan kapasitas aliran air, sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat intensitas hujan tinggi.
