Badung (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyerahkan dua unit wood chipper atau mesin penghancur kayu untuk mencacah kayu sampah kiriman dari pantai-pantai di Kabupaten Badung, Bali.
“Mari kita bekerja keras, hari ini kami tidak banyak bisa membantu untuk Denpasar dan Badung, melalui Pak Gubernur kami titip alat untuk melakukan pencacahan pohon atau batang-batang yang bukan merupakan sampah Bali ini,” kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di sela Korve Bersih Sampah di Pantai Jimbaran, Badung, Kamis.
Menteri LH menyampaikan sampah kiriman di pantai sebenarnya bukan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.
Sampah tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), namun sampai saat ini masalah tahunan itu belum bisa terselesaikan.
“Kami mohon maaf sampah yang datang melalui laut sejatinya tanggung jawab Menteri LH. Untuk itu kami minta maaf, belum mampu mengatasinya sampai hari ini. Jadi kami titip alat ini untuk memotivasi kita, jangan dilihat harganya tapi ini kolaborasi antara pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten,” ujar Menteri LH Hanif Faisol Nurifiq.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa berterima kasih atas bantuan tersebut karena selama ini sampah kayu dan bambu merupakan jenis sampah kiriman yang banyak datang dan sulit ditangani sebab ukurannya besar.
“Nanti akan lebih cepat penanganan di pantai-pantai, karena selama ini kayu-kayu ini banyak jadi sampah kiriman. Dengan ada mesin penghancur kayu sekarang ini, setidaknya akan lebih meringankan kami lah,” ujarnya.
Lebih lanjut Pemkab Badung berencana membeli mesin penghancur kayu lain untuk makin mendukung percepatan penanganan sampah kiriman di pantai.
“Kami siapkan lagi karena kami kan punya Pantai Kedonganan, Jimbaran. Kedonganan ini sampai ke Cemagi itu kan, nanti penambahan dari pemkab,” kata Bupati Adi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Made Rai Warastuthi menambahkan saat ini total sampah kiriman di pantai Kabupaten Badung 4.800 ton sejak akhir tahun lalu.
Jumlah ini meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya dengan sampah kayu dan bambu pohon menjadi jenis sampah dominan tahun ini.
Dengan hadirnya mesin bantuan KLH, Pemkab Badung berencana menempatkan alat ini secara berpindah dari pantai ke pantai.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026