Denpasar (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, meraih penghargaan Brida Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui inovasi eco enzim untuk melestarikan lingkungan perairan Danau Batur, Kintamani.“Ini berkat kerja keras bersama dalam melakukan terobosan, memberikan kontribusi terbaik terhadap lingkungan perairan Danau Batur,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dalam keterangan tertulis di Denpasar, Bali, Senin.
Menurut dia, eco enzim diberikan untuk menekan pencemaran yang mengakibatkan menurunnya baku mutu kualitas air.
Selain itu, mengembalikan fungsi danau sebagai salah satu sumber air di Bali serta sebagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk pengelolaan sampah organik.
Adapun penghargaan yang diterima Pemkab Bangli di Kantor BRIN di Jakarta itu berdasarkan kategori optimalisasi potensi dan atau penyelesaian permasalahan daerah 2025.
BRIN memberikan apresiasi kepada 39 pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota secara nasional.
Dari jumlah tersebut, 12 diantaranya adalah pemerintah provinsi, termasuk Provinsi Bali serta 27 pemerintah kabupaten/kota.
Sedangkan di Provinsi Bali, terdapat enam kabupaten/kota yang mendapatkan apresiasi dari BRIN, yaitu Kabupaten Bangli, Badung, Klungkung, Gianyar, Tabanan, dan Kota Denpasar.
“Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui riset dan inovasi,” ucapnya.
Sebelumnya, pada 2023 Pemkab Bangli juga mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menuangkan 20 ton cairan eco enzim di Danau Batur.
Eco enzim merupakan cairan berbahan baku sampah organik yang telah terfermentasi oleh gula merah dan air.
Danau terbesar di Bali itu memiliki empat potensi utama, yaitu pariwisata, perikanan, pertanian hortikultura, dan fungsi lingkungan sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Bangli Nomor 9 Tahun 2013.
Danau Batur dengan Gunung api Batur di sisi barat laut, merupakan salah satu warisan budaya dunia, yaitu sebagai Batur Global Geopark oleh organisasi PBB bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya (UNESCO).
