Badung, Bali (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Bali, membagikan paket olahan ikan gratis untuk masyarakat dalam Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk mencegah stunting.
“Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan konsumsi ikan,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana di Mangupura, Kabupaten Badung, Kamis.
Ia mengatakan melalui pembagian paket olahan ikan itu pihaknya berupaya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas.
Untuk itu, Pemkab Badung akan terus melakukan kegiatan serupa di berbagai lokasi seperti yang dilakukan di Desa Buduk, Mengwi, Badung, untuk membantu masyarakat.
“Kami sudah melaksanakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan sebanyak tujuh kali di berbagai desa dan kelurahan di Badung. Pada tahun 2025, program ini menyasar 10 desa di setiap kecamatan,” kata dia.
Nyoman Suardana menjelaskan pada kegiatan di Desa Buduk, pihaknya membagikan 162 paket olahan ikan bergizi kepada kelompok masyarakat berisiko stunting, terutama ibu hamil dan balita.
“Paket ini berisi berbagai olahan ikan siap konsumsi, mulai dari ikan nila, ikan lele hingga abon ikan, yang kaya akan omega-3 dan nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil,” ujarnya.
Ia menambahkan konsumsi ikan masyarakat Badung pada tahun 2024 masih berada di angka 39,49 kilogram per kapita per tahun.
“Untuk itu melalui Gemarikan ini kami berharap angka tersebut dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Nyoman Suardana.
Baca juga: Pemkab Badung cegah stunting lewat kampanye Gemarikan
Baca juga: Pemkab Klungkung gencarkan gerakan makan ikan atasi stunting
Baca juga: Pemkab Badung tingkatkan konsumsi ikan lewat Gemarikan
Baca juga: Produksi ikan di Bangli capai 45,5 persen produksi ikan Bali
Baca juga: Pemkab Badung tingkatkan konsumsi ikan masyarakat melalui Gemarikan
