Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster yang sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Bali mengatakan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Fraksi PDI Perjuangan di dewan se-Indonesia tak ada kaitannya dengan kongres partai.
“Tidak tidak (berkaitan), tidak ada ini bimtek, gak ada kongres,” ucap Koster di Denpasar, Selasa.
Politisi asal Buleleng itu memperkuat bahwa agenda ini tidak dirangkaikan dengan Kongres PDI Perjuangan dengan mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada informasi rencana kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Belum tahu saya, yang ada Kementerian Dalam Negeri dan DPP,” kata dia.
Wayan Koster menjelaskan agenda yang akan diikuti ribuan kader PDI Perjuangan mulai Rabu, 30 Juli 2025 besok hanya bimbingan terkait tugas-tugas mereka yang duduk di kursi legislatif.
“Ya biasa untuk memberi pemahaman terkait tupoksi sesuai anggota dewan, kan punya tiga kewenangan kan anggaran, pengawasan, kemudian juga legislasi, jadi perlu diberikan pengetahuan standar agar bisa berperan optimal,” katanya.
Ia mengakui biasanya bimtek serupa dilaksanakan di Jakarta seperti fraksi-fraksi lainnya, namun kali ini untuk PDI Perjuangan dirancang di sebuah hotel di kawasan Sanur.
Gubernur Bali itu sendiri diagendakan untuk ikut memberi materi soal Haluan Bali 100 Tahun 2025-2125 yang sebelumnya juga diluncurkan bersama Megawati Soekarnoputri.
Terpisah, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bali Tjokorda Gede Agung mengungkapkan bahwa bimtek ini digelar secara serentak untuk seluruh fraksi dewan, hanya saja untuk Fraksi PDI Perjuangan digelar di Bali.
"Semua fraksi ikut bimtek dari Kementerian Dalam Negeri ini, Golkar di Jakarta, Demokrat di Jakarta, Gerindra di Jakarta, PDIP yang di Bali, kenapa PDIP di Bali karena kami sudah sering (mengikuti bimtek, red) di Jakarta, sehingga sekarang di Bali," ujar Tjok Gede Agung.
Anggota DPRD Bali ini mengatakan bimtek akan digelar mulai besok hingga Sabtu, 2 Agustus 2025 dimana pada hari pertama belum ada agenda khusus.
Kegiatan hanya diisi registrasi dari seluruh kader PDI Perjuangan dari berbagai daerah yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang.
"Registrasinya bisa sampai malam, karena kader PDIP yang datang ke Bali dari seluruh daerah di Indonesia," kata dia.
