Denpasar (Antara Bali) - Aspirasi masyarakat Bali agar pada Hari Raya Nyepi, Selasa, seluruh stasiun radio dan televisi baik lokal maupun nasional tidak menyiarkan programnya di Pulau Dewata terwujud, namun ternyata siaran televisi kabel tetap mengudara.

Dari pengecekan ANTARA di Denpasar, seluruh gelombang radio maupun saluran program stasiun televisi lokal dan nasional, tidak satu pun yang terdengar atau muncul siaran programnya, kecuali hanya suara "kresek kresek...." dan tampilan bintik-bintik hitam-putih mirip kumpulan semut.

Namun televisi kabel, seperti Indovision, tetap mengudara dengan mengaktifkan seluruh salurannya secara standar sesuai paketnya, baik yang bersumber dari stasiun televisi nasional maupun yang berasal dari berbagai negara.

Keberhasilan untuk kembali meniadakan siaran radio dan televisi khusus di wilayah Bali pada pelaksanaan "Catur Brata Penyepian" itu terjadi setelah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali bersama DPRD Provinsi dan Gubernur Made Mangku Pastika, beberapa hari lalu membuat rekomendasi bersama yang disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pada Hari Raya Nyepi hingga tahun 1990-an, Bali pernah tanpa siaran radio maupun televisi, namun kemudian hampir setiap tahun pelaksanaan "Catur Brata Penyepian" yang meliputi empat larangan, yakni tidak menyalakan api/lampu penerang, tidak bepergian, bekerja, maupun bersenang-senang, kembali diwarnai kehadiran program lembaga penyiaran itu.

Rekomendasi larangan kepada stasiun radio dan televisi menyiarkan programnya di Bali selama 24 jam hingga Rabu (17/3) pagi yang didasarkan aspirasi masyarakat setempat itu, kemudian diteruskan kepada seluruh stasiun lembaga penyiaran di Bali, daerah lain maupun yang masih menyelenggarakan siaran secara nasional.

Tidak diperoleh informasi, kenapa televisi kabel luput dari larangan siaran sesuai rekomendasi tersebut, sehingga tetap dapat menyiarkan programnya kepada pelanggan di Bali, termasuk di Denpasar dan hotel-hotel di berbagai kawasan wisata.

Salah seorang warga di Denpasar berpendapat karena siaran televisi kabel hanya dapat dinikmati oleh mereka yang berlangganan atau membayar tarif, sehingga tidak dapat diakses oleh masyarakat umum secara gratis.

Sementara Ketua KPID Bali Komang Suarsana, ketika dikirim pesan singkat melalui telepon seluler guna menanyakan masalah televisi kabel yang tetap siaran, hingga menjelang sore belum memberikan jawaban.

Hingga menjelang sore, kondisi cuaca di sekitar Denpasar yang sempat beberapa kali dilanda mendung tipis, kembali cerah dan panas oleh terik sinar matahari.

Burung-burung tiada henti terdengar berkicau dan dengan bebasnya bertebaran di halaman rumah, jalanan dan lapangan atau areal taman.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026