Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sepakat mengembangkan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bersama Korea Selatan (Korsel).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali IGW Samsi Gunarta di Denpasar, Rabu, mengatakan saat ini mereka memasuki proses penjajakan untuk menentukan pangsa pasar yang hendak ditarget, baru selanjutnya kesiapan membangun pabrik.
“Akan bersama-sama dengan industri Indonesia membangun mengembangkan teknologi-teknologi Korea untuk bisa digunakan sebagai peralatan atau kendaraan yang bisa dimanfaatkan di Indonesia khususnya kendaraan pariwisata,” katanya.
Pemprov Bali belum belum memastikan lokasi pengembangan industri kendaraan bermotor listrik itu, namun memiliki beberapa alternatif tempat seperti di Kabupaten Jembrana.
Karena kerja sama itu bersifat bisnis ke bisnis, Dishub Bali menempatkan Perumda Kerta Bali Saguna sebagai tangan pemerintah daerah (pemda) untuk menggali potensi lewat kerja sama dengan Korea Automotive Technology Institute (KATECH), Korea smart E-Mobility Association (KEMA), Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), dan PT. Inako Pratama Indonesia.
Baca juga: Koster-Giri mulai pakai mobil listrik buat contoh instansi lain
Pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai itu juga akhirnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga memberikan diversifikasi dari lapangan usaha yang berkait langsung dengan pariwisata.
“Asosiasi kan yang memiliki anggota di kalangan industri, nah Perumda adalah entitas provinsi yang diharapkan untuk bisa meraih potensi ini, karena kalau tidak kita jadi penonton terus,“ ujarnya.
Adapun yang akan dikembangkan oleh industri tersebut bukan langsung pada kendaraan listriknya, namun mesin-mesin yang dipakai seperti untuk menjalankan shuttle pariwisata dan alat-alat pembersih sampah.
Kota Yeonggwang-Gun di Korea Selatan menjadi panutan dalam industri tersebut, sebab mereka yang awalnya kawasan pertanian kini tumbuh maju sebagai industri kelistrikan.
Samsi juga mengatakan bahwa kota itu memang mendapat mandat dari Pemerintah Korea untuk mengembangkan teknologi kendaraan listrik di negaranya.
Baca juga: Pemerintah lanjutkan insentif konversi motor listrik dukung ekosistem EV
Bersamaan dengan itu, Pemprov Bali juga memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, sehingga dengan sudah memiliki pola perencanaan yang jelas hanya membutuhkan rekan dalam pengembangannya.
Wali Kota Yeonggwang-gun Jang Se-Il berharap kerja sama tersebut juga merekatkan hubungan Provinsi Bali dengan Provinsi Jeollanam-do terutama kotanya, terutama dalam upaya menjadikan masa depan yang berkelanjutan.
“Dengan kesepahaman ini akan mengarah pada kerja sama lanjutan kedua provinsi di bidang pengembangan teknologi e-mobility, pertemuan kali ini akan memperkuat persahabatan antara kedua provinsi, menjadi tonggak bagi kemakmuran bersama demi masa depan berkelanjutan,” ujar dia.
