Padang (Antara Bali) - Sebanyak 53 dari 96 imigran asal Srilanka yang terdampar di Perairan Barat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, berkeinginan tinggal di daerah tersebut karena mendapat pelayanan yang baik dari masyarakat setempat.

"Mereka sudah mulai terbuka dan mau bergaul dengan masyarakat, bahkan berniat untuk tinggal di sini," kata Camat Sikakap, Happy Nurdiana Tatubeket, saat dihubungi dari Padang, Selasa.

Saat ini, para imigran yang terdiri atas 48 laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa, satu anak perempuan, dan dua anak laki-laki tersebut diinapkan di gedung Olahraga dan kesenian PNPM Sikakap.

"Kami menerima mereka dengan terbuka. Tetapi karena mereka tidak memiliki paspor dan kelengkapan administrasi, kami tentu saja tidak bisa menerima begitu saja," kata Happy.

Ia mengatakan, sebelumnya para imigran tersebut tidak mau turun dari kapal. Bahkan, sempat melakukan mogok makan, akibat stok makanan yang mereka miliki sudah habis. Akan tetapi, setelah dilakukan pendekatan, mereka mau turun dari kapal dan berbaur dengan masyarakat di sana.

"Sekarang mereka (imigran) sudah cukup akrab dengan masyarakat, dan cukup ramah, apalagi ada pihak dari LSM yang membantu mereka dalam berkomunikasi," katanya.(*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026