"Semerawutnya reklame itu membuat saya bertanya tentang peranan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Bali dalam membina anggotanya itu seperti apa," kata Astawa di Denpasar, Jumat
Menurut Dasi, pengusaha iklan jangan merasa mampu membayar bisa seenaknya memasang iklan. Mereka juga harus tunduk pada aturan yang ada. Pengusaha harus bisa membuat iklan yang bisa mencerminkan budaya khas Pulau Dewata, dilihat dari nilai artistik.
"PPPI Bali harus dapat bertukar pikiran dengan pemerintah supaya bisa menemukan solusi untuk menata iklan yang baik. Segala sesuatu itu tidak bisa diselesaikan dengan uang," ucapnya.
Keberadaan reklame di ibu kota Provinsi Bali itu dinilai semerawut dan tidak mencerminkan citra budaya Pulau Dewata. Kondisi tersebut tentu cukup mengkhawatirkan.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.