Kabag hukum dan humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin Angin di Medan, Selasa, mengatakan, ketujuh jenazah yang masih bersaudara tersebut di bawa ke rumah sakit milik Pemkot Medan itu sekitar pukul 07.00 WIB.
Kemudian tim forensik yang diketuai dr Mistar Ritonga langsung melakukan autopsi terhadap ketujuh jenazah yang sebagian besar sudah tidak dapat dikenali lagi karena kondisinya yang sudah gosong bahkan seorang di antaranya dalam kondisi perut pecah.
"Sebagian besar korban kondisinya hampir 100 persen terbakar dan nyaris tidak dapat lagi dikenali. Saat ini dr Mistar Ritonga dan timnya sedang bekerja melakukan otopsi ke-tujuh korban di ruang instalasi jenazah," katanya.
Ke-tujuh korban tersebut yakni lima wanita, Ana Yungfang (39), Ching Thing Acu (60), Chelse (14), Ame (44) dan Julia serta dua laki-laki Chelson (11), Chelter (7). Korban meninggal merupakan satu keluarga penghuni rumah toko Brayan Jaya dan seluruh korban ditemukan di lantai dua.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.