"Kami berharap masyarakat aktif menjadi juru pemantau tomcat, layaknya seperti juru pemantau jentik nyamuk," katanya, di Denpasar, Senin.
Ia menyampaikan, masyarakat seharusnya jangan terlalu resah menghadapi tomcat karena serangga ini sebenarnya sudah ada dari dulu dan biasa hidup di semak-semak dan rawa-rawa. Tomcat juga dapat dibunuh menggunakan obat pembasmi nyamuk.
"Tomcat mengarah pada permukiman penduduk karena burung, ulat, dan binatang lainnya yang menjadi predator alami tomcat sudah dibunuh, ditangkapin dan dijual oleh masyarakat," ucapnya.
Menurut dia, sampai adanya tomcat di Bali, bisa jadi karena menempel pada truk-truk barang dari luar Pulau Dewata yang menuju Bali. "Truk-truk ini 'kan diam lama dan menempel di kargo sehingga menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi tomcat," ujarnya.
Sutedja mengatakan, sejauh ini baru ditemukan kasus satu orang yang diduga digigit tomcat di Kabupaten Buleleng.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.