Gianyar, Bali (ANTARA) -
“Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Gianyar paling kuat toleransi keagamaannya, selama saya memimpin Gianyar sejak menjadi Ketua DPRD hingga kini, belum pernah ada kasus antaragama, saya sangat bangga dengan itu,” kata Bupati Gianyar Made Mahayastra seperti dikutip dari siaran pers Diskominfo Gianyar, Rabu
Pembagian 1.000 paket bantuan bahan pokok dan BLT itu dilakukan di Masjid Al’Alla Kecamatan Gianyar, Masjid Semebaung Kecamatan Blahbatuh, dan Masjid Candra Asri Kecamatan Sukawati pada Selasa (23/6) lalu.
Baca juga: Bupati Gianyar bantu sembako bagi seniman
Anggota Komisi VIII DPR I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mengemukakan bahwa BLT dan bantuan bahan pokok yang disalurkan itu merupakan program penanganan terhadap warga terdampak COVID-19 dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dikelola oleh Baznas.
Kesuma mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Gianyar.
“Saya sangat mengapresiasi kerukunan beragama di Gianyar yang sangat baik dan tidak ada gesekan, begitu juga di Bali secara umum,” imbuhnya.
Bupati Mahayastra menambahkan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar telah menjadi percontohan tingkat nasional. Sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat Gianyar untuk menjaga keamanan dan ketenteraman yang sudah terjaga sejak jaman kerajaan.
Baca juga: Muslim Gianyar diminta Shalat Idul Fitri di rumah
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga muslim Gianyar, semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga muslim yang terdampak COVID-19,” ucapnya pada acara yang juga dihadiri Kajari Gianyar Agung Mardiwibowo, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana, Ketua PKK Gianyar Surya Adnyani Mahayastra, serta unsur Forkopimda lainnya itu.
