Spanduk dengan tulisan besar "Jalan Kami Rusak Berat" dibentangkan di depan jalan yang hendak masuk ke dusun tersebut, yang tepat berada di pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk.
Beberapa warga yang ditemui, Minggu, mengatakan, kerusakan jalan ini sudah berlangsung sejak lima tahun lalu namun belum ada upaya perbaikan dari pemerintah.
Ketut Wisana, salah seorang warga mengatakan, kerusakan paling parah terjadi pada jalan dengan panjang sekitar tiga kilometer.
"Jalanan sini dipenuhi lubang-lubang besar dan beberapa kali menyebabkan kecelakaan," katanya.
Warga menduga, kerusakan jalan ini disebabkan oleh truk pengangkut material galian C dan truk pengangkut sampah yang tiap hari hilir mudik di kampung tersebut.
Kepala Dusun Banyubiru, Ketut Sutana saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sebenarnya sudah berusaha menahan warga untuk tidak memasang spanduk protes tersebut.
"Tapi keinginan warga sudah tidak bisa ditahan lagi, karena memang sudah sejak lama jalan kampung ini rusak berat," katanya. (*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.