Jakarta (ANTARA) - Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) menyampaikan terima kasih kepada Perum LKBN ANTARA karena pemberitaannya mengenai banjir besar di Sumatera dinilai membantu membuka mata masyarakat terhadap skala dan dampak bencana tersebut.

"Saya melihat dan saya terima kasih salah satunya kepada ANTARA ini. Karena ANTARA, setelah media sosial, yang membuka mata masyarakat bahwa ternyata banjir Sumatera itu banjir yang luar biasa," ucap Wakil Ketua Umum Adkasi Anton Yondra dalam podcast bersama ANTARA TV di Jakarta, Senin.

Anton mengatakan masyarakat pada awal terjadinya banjir besar di Sumatera tidak mempercayai bahwa dampak banjir menimbulkan korban jiwa dan pemberitaan ANTARA dapat memberikan pemberitaan akurat mengenai kondisi bencana tersebut.

"Awalnya, masyarakat berpikir banjir Sumatera itu banjir kecil, yang tidak ada korbannya. Kemudian ketika baru diekspos, termasuk salah satunya ANTARA, saya monitor terus media sosial, baru orang tahu ternyata banjir Sumatera ini luar biasa," katanya.

Terkait banjir di Sumatera, ujar dia, pemerintah pusat sudah turun tangan, mulai dari Presiden Prabowo Subianto yang mengembalikan dana transfer keuangan daerah (TKD) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan anggaran pemulihan setiap kabupaten dan kota menerima dana sebesar empat miliar.

Guna memperbaiki fasilitas-fasilitas publik yang terdampak banjir, Anton menjelaskan pemerintah daerah masih membutuhkan uluran tangan pemerintah pusat untuk pemulihan di setiap daerah.

"Namun, tentunya kita berharap masih sangat butuhkan perhatian dari pemerintah pusat, karena penanganan terhadap pasca bencana ini khususnya recovery terhadap fasilitas-fasilitas umum yang rusak itu, tidak bisa ditampung melalui anggaran yang sudah ditransfer tersebut," ujarnya.

"Masih membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk perbaikan fasilitas yang rusak, dan masyarakat kami yang mungkin hari ini banyak kehilangan keluarganya," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ruben R. Prabu Faza menegaskan bahwa peran media dapat membuka akses informasi mengenai keadaan daerah saat terjadinya bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di daerah Jawa Tengah yang mengalami banjir dan tanah longsor.

"Dengan media ini akhirnya kan bisa membuka, akhirnya masyarakat terbuka ya. Harapan kami memang dari masyarakat tentu infrastruktur pertama itu. Karena kerusakan yang berdampak dari banjir, longsor itu, jembatan, terutama yang akses-akses vital itu, itu sampai sekarang juga belum diperbaiki," ucapnya.

Ruben mengharapkan kehadiran Adkasi dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk mengatasi berbagai permasalahan di banyak daerah yang belum mendapatkan jalan keluarnya sampai hari ini.

"Makanya dengan Adkasi ini mudah-mudahan bisa didengar lah suara kita yang di bawah dengan kekompakan Adkasi ini untuk membangun negeri bersama-sama," tuturnya.



Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026