Denpasar (Antara Bali) - Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Korcab Bali merasa optimis bisa memecahkan rekor memamerkan bonsai jumlah terbanyak sehingg memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri).

"Kami optimis bisa mendatangkan 1.000 pohon bonsai dari para penghobi tanaman eksotik ini, sekaligus memecahkan rekor Muri," kata Sekretaris PPBI Korcab Bali, I Made Kari, di Denpasar, Minggu.

Dia mengatakan, rasa optimis itu muncul setelah melihat tanggapan yang baik dari para penggemar tanaman hias itu yang berada di seluruh Tanah Air.

Terbukti, tambah Kari, dengan banyaknya bonsai yang didaftarkan oleh para penggemar  tanaman itu tidak hanya dari Pulau Dewata, namun dari wilayah lain, yakni dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Barat dan Timur.

"Berdasarkan catatan kami, jumlah bonsai yang telah didaftarkan sudah sekitar 800 pohon. Kami perkirakan akan terus bertambah," ujarnya.

Kari mengatakan, pameran bonsai dengan 1.000 pohon merupakan yang terbesar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Pameran terbesar yang pernah dilaksanakan hanya mampu menampilkan 750 bonsai. Kegiatan itu digelar di Semarang atau Malang pada 2010," ujarnya.

Dia berharap, dengan banyaknya koleksi tersebut juga semakin membuka pasar yang seluas-luasnya, terutama hadirnya pembeli internasional sehingga apresiasi dan nilai ekonomis semakin dirasakan bagi penggemar bonsai.

Sebelumnya Wayan Jelantik, koordinator pameran bonsai Sanur Village Festival (SVF), mengatakan, kegiatan yang telah lima kali mengiringi ajang festival tersebut, merupakan salah satu upaya pelestarian dan pengembangan budidaya tanaman bernilai seni tinggi.

Jelantik menjelaskan, melalui acara ini diharapkan semakin menambah wawasan pecinta dan terus meningkatkan nilai ekonomi bonsai.

Selain itu, kecintaan terhadap bonsai diharapkan berkembang menjadi kepedulian terhadap alam lingkungan sekitar. Terlebih lagi, lanjut Jelantik, nilai seni yang melekat pada bonsai dapat memberikan terapi jiwa.(**)




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026