Buleleng, Bali (ANTARA) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melakukan penghijauan di sumber mata air di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sebagai upaya realisasi program kampus berdampak, khususnya untuk masyarakat Pulau Dewata.
"Kegiatan diwujudkan melalui penanaman 2.000 bibit pohon di sejumlah kawasan strategis daerah tangkapan air," kata Ketua pelaksana kegiatan Prof. Dr. I Wayan Mudana, M.Si melalui siaran pers yang diterima di Singaraja, Selasa.
Ia mengatakan konservasi sumber mata air tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026 yang melibatkan sekitar 120 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, organisasi kepemudaan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Adapun program konservasi, kata dia, fokus pada program penanaman pohon yang dipusatkan di Kawasan Pura Taman, Pura Bunsana, Kayehan Lami, serta lahan pertanian masyarakat Desa Belantih.
Mudana menambahkan, konservasi sumber mata air merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.
Menurutnya, kawasan hulu memiliki fungsi vital sebagai penyedia air untuk kebutuhan pertanian, rumah tangga, keseimbangan ekosistem, hingga kegiatan keagamaan masyarakat Bali.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air dan ketahanan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Undiksha terus memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan.
Kegiatan tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026.
Dukungan juga diberikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar melalui bantuan bibit tanaman untuk mendukung upaya konservasi lingkungan di Desa Belantih.
Sementara itu, Kepala Desa Belantih, I Nengah Wardana, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menilai sumber mata air di Desa Belantih memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung sektor pertanian.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.