Melalui cara itu hasil pertandingan diharapkan akan lebih obyektif, karena langsung bisa disaksikan melalui layar monitor, kata Sekretaris Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali Nyoman Yamadhiputra di Denpasar, Sabtu.
Uji coba dalam penilaian tim juri dengan dukungan perangkat komputer itu sudah dilaksanakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali September lalu di Jembrana.
"Dukungan komputerisasi akan membuat penilaian terhadap atlet pemenang lebih obyektif. Kami untuk pertama kalinya menerapkan sistem ini pada kejuaraan nasional pada babak kualifikasi PON," kata Yamadhiputra menjelaskan.
Hal itu penting direalisasikan mengingat saat pertandingan pada PON di Riau nanti juga diprogramkan menerapkan teknologi komputer.
Sementara mengenai pesilat yang menjadi juara pada Porprov Bali X/2011, katanya, belum tentu bisa maju ke pra-PON. Mereka masih dinilai teknik permainannya, mental dan prestasi yang dimiliki, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Yamadhiputra menambahkan, atlet yang kemungkinan bisa maju ke babak pra-PON di Bali nanti diutamakan yang memiliki prestasi pada kejuaraan nasional sebelumnya dan SEA Games 2011.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026