Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menilai Pulau Dewata memiliki potensi besar dalam mengembangkan olahraga sebagai bagian dari pariwisata.
“Olahraga tidak hanya sebagai sarana peningkatan kesehatan jasmani dan rohani, tetapi juga sebagai bagian dari pariwisata, sebagai destinasi dunia, Bali sangat potensial mengelola olahraga menjadi event pariwisata berkualitas,” kata Koster di sela Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Senin.
Gubernur Bali menilai banyak wisatawan yang datang ke Pulau Dewata tidak hanya untuk menikmati alam, namun juga menikmati ajang olahraga.
Dengan bibit sumber daya manusia yang bagus dan keunggulan pariwisata, lanjut dia, maka semestinya potensi itu bisa diambil dengan menggelar beragam ajang olahraga.
Namun sayangnya, Pemprov Bali memandang pengembangan sumber daya manusia untuk memajukan pariwisata olahraga masih kurang.
Ia menyebutkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, posisi Bali di lima besar dan PON Aceh-Sumut Bali di posisi peringkat tujuh yang menurut dia belum terlalu membanggakan.
“Posisi lima itu biasa saja, jangan terlalu dibanggakan, kalau kita serius dan bekerja maksimal, kita bisa lebih dari itu,” ucap Koster.
Gubernur Bali sendiri mengakui pada periode pertama kepemimpinannya pengembangan olahraga sempat terhambat pandemi COVID-19.
Namun pada periode kedua, ia berkomitmen mendorong penuh Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga.
Koster memetakan, saat ini yang perlu dilakukan Bali adalah fokus pada cabang olahraga yang menjadi kekuatan alami Bali seperti pencak silat dan karate yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat Bali.
“Kita harus realistis, secara fisik kita tidak unggul di semua cabang seperti voli atau sepak bola, tapi kita kuat di silat dan karate, fokus di situ dulu,” katanya.
Untuk itu langkah yang dilakukan adalah memperkuat ekosistemnya terutama dalam hal pembibitan atlet, pengorganisasian, dan penyediaan sarana pendukung prestasi.
Selama ini menurutnya, capaian yang diperoleh atlet bisa terjadi secara alami, bukan hasil pembinaan yang terstruktur.
“Pembibitan belum optimal, banyak yang berhasil karena faktor natural, bukan sistem, ini yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Pemprov Bali memastikan akan menyiapkan skema pendanaan yang lebih baik, baik melalui APBD maupun dukungan CSR, sembari meminta KONI Bali meningkatkan kinerja organisasi.
Melalui Musorprov KONI Bali, ia berharap terbentuk kepengurusan yang solid dan mampu melakukan konsolidasi organisasi secara maksimal.
“Saya tidak punya kepentingan apa-apa, kepentingan saya hanya satu bagaimana olahraga Bali bisa lebih baik dan menjadi kebanggaan kita semua,” tutur Gubernur Koster.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026