Rendang (Antara Bali) - Ribuan warga Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali menggelar upacara "ngening" atau pembersihan sang arwah (pitara) di pancuran mata air Bendul yang diapit dua jurang yang menjulang cukup terjal.
Untuk menuju lokasi upacara di sela-sela jurang itu, warga harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer melintasi jalan setapak, mendaki dan menurun di antara himpitan dua tebing, demikian ANTARA melaporkan dari Rendang, Rabu.
"Upacara 'ngening' untuk para arwah yang sudah meninggal dunia ini dilakukan serangkaian ritual 'ngeben' atau kremasi jenazah secara massal yang dilakukan di Desa Pesaban," kata Ketua Panitia Ngaben Massal, I Nyoman Satu Arjana, dibenarkan oleh Perbekel Desa Pesaban I Wayan Sujana, ketika ditemui usai upacara di ruang panitia Bale Lantang Tinon, Desa Pesaban.
Prosesi itu dilakukan, kata Satu Arjana, sebagai salah satu rangkaian ngaben massal yang puncaknya akan digelar 21 Agustus mendatang.
Prosesi "ngening" di pancoran mata air Bendul, kata dia, merupakan sebuah tradisi apabila warga menggelar upacara "ngaben".
Pengrajeg karya atau penanggung jawab upacara, Jero Mangku Wayan Suastika mengatakan, tujuan dari "upacara ngening" di pancuran mata air Bendol itu adalah untuk pembersihan "sang pitara" atau arwah ke tingkatan yang lebih tinggi sebelum upacara puncak ngaben massal dilaksanakan.
Sebelum upacara puncak dilakukan, kata pria yang juga Mangku Dalem Pesaban itu, warga juga menggelar upacara "nunas" di Pura Mrajapati, kemudian dilanjutkan upacara "ngeblugin" atau membangkitkan sang pitana atau atma (arwah) di kuburan.
Dikatakan, sebelum upacara puncak pada hari Minggu (21/8), warga terlebih dahulu melakukan upacara Ngaskara atau mebersihkan kuburan.
"Usai "ngaskara," pada Jumat (19/8) mendatang dilakukan upacara "ngebet" atau menggali tulang-belulang jenazah di kuburan bagi warga yang sempat dikuburkan sebelum ngeben dapat digelar," ujarnya.
Saat ini, kata dia, sejumlah perlengkapan ngaben massal seperti tempat tulang serta bade sebagai tempat usungan jenazah, sudah selesai dikerjakan.
"Warga tinggal mengusung bade saja pada saat puncak acara," katanya menjelaskan.(*)
