Klungkung (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, hingga saat ini masih mengoptimalkan bantuan dana dari donatur dan Dinas Sosial di daerah itu, untuk membantu para pengungsi Gunung Agung yang ada ditiga kecamatan dan GOR Swecapura setempat.
"Sampai saat ini, bantuan logistik dan dana dari donatur dan Dinas Sosial masih mencukupi untuk kebutuhan pengungsi Gunung Agung," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra saat dihubungi di Klungkung, Jumat.
Ia mengatakan, untuk total dana dari donatur yang terkumpul hingga saat ini masih ada sekitar Rp240 juta dan bantuan dana dari Dinas Sosial sekitar Rp500 juta. Apabila dana ini sudah mulai berkurang atau habis, maka Pemkab Klungkung akan mencairkan dana tanggap bencana daerah setempat mencapai Rp1,5 miliar.
Oleh karenanya, hingga saat ini dalam membantu segala kebutuhan pengungsi Gunung Agung di daerah itu belum menggunakan dana tanggap bencana milik pemerintah daerah. "Selama ini, dana yang diberikan dari donatur dan Dinas Sosial digunakan untuk kebutuhan dapur," katanya.
Pemerintah daerah tinggal menunggu Surat Keputusan Dari Bupati Klungkung untuk mencairkan dana tanggap bencana ini, karena dana ini sudah disiapkan dan prosesnya tidak membutuhkan waktu lama.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada mengatakan, untuk ketersediaan logistik masih aman untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang terdiri dari berbagai usia itu.
Selain beras, kebutuhan lain seperti bahan lauk-pauk diakui Putu Widiada masih mencukupi, karena banyak mendapatkan bantuan dari donatur. "Untuk cadangan beras pemerintah sekarang masih 33 ton lebih. Kami pastikan logistik aman dalam dua miinggu ke depan. Kalau kurang, bisa amprah CBP lagi," ujarnya.
Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah pengungsi di Klungkung mencapai 9.131 jiwa yan tersebar di 41 titik di Kecamatan Klungkung, Dawan, Banjarangkan dan GOR Swecapura. (WDY)
