Satpol PP Denpasar Menangkap 33 PSK

Satpol PP Denpasar Menangkap 33 PSK

Pegawai Satpol PP Kota Denpasar mendata para PSK yang tertangkap saat penggerebekan di kawasan wisata Sanur, Bali. (Antara Bali via Humas Pemkot Denpasar/wdy/2017)

Denpasar (Antara Bali) - Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, Bali, menangkap 33 pekerja seks komersial (PSK) dalam penggerebekan di tiga lokalisasi prostitusi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar Dewa Made Sayoga di Denpasar, Rabu, mengatakan pihaknya melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga mangkalnya para PSK di kawasan Sanur.

"Dalam penggerebekan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Pecalang dan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kota Denpasar pada Selasa (14/11) malam itu, kami menangkap sebanyak 33 orang PSK," katanya.

Dewa Sayoga mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya memberantas penyakit masyarakat dan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum Kota Denpasar.

Ia mengatakan lokasi yang disasar tim gabungan, yakni Hotel B, Jalan Tirta Ening, Sanur. "Kami melakukan penindakan secara tegas terhadap mereka, karena bertentangan dengan perda," ucapnya.

Menurut Dewa Sayoga, penertiban rutin itu dilakukan lantaran banyaknya keluhan warga masyarakat, karena semakin menjamurnya praktik prostitusi di kawasan wisata Sanur.

"Dengan banyaknya praktik prostitusi akan membawa dampak yang sangat besar, terutama penyakit kelamin hingga kasus meningkatnya HIV/AIDS," ujarnya.

Dewa Sayoga mengatakan PSK di Denpasar semakin menjamur, karena kemungkinan telah ditutupnya kawasan lokalisasi besar di sejumlah kota besar di Indonesia, salah satunya kawasan Dolly, Kota Surabaya.

"Penindakan akan terus dilakukan untuk menekan merebaknya aktivitas penyakit masyarakat. Ini juga sebagai langkah antisipasi dan memberi efek jera kepada para PSK," katanya.

Seorang PSK, berinisial Citra Putri mengaku baru setahun bekerja sebagai pemuas nafsu pria hidung belang.

Wanita kelahiran Malang ini mengaku dirinya menjadi pekerja seks lantaran kebutuhan ekonomi yang kurang.

"Ya mas, saya melakukan pekerjaan beginian baru setahun lho. Karena saya terdesak kebutuhan ekonomi, makanya saya jalani kerja ini. Saya kapok mas, saya juga akan pulang ke daerah," katanya. (WDY)