"Ritel modern justru di momen ini lebih gencar dalam memberikan promo kepada konsumennya," kata Wakil Ketua Bidang Organisasi Aprindo Bali A A Gede Agra Putra di Denpasar, Minggu.
Menurut dia, produk yang diberi potongan harga atau turun harga di antaranya seperti produk sirup, makanan dan minuman dengan besaran yang ditentukan oleh masing-masing ritel.
Sementara itu terkait imbauan harga eceran tertinggi atau HET dari Kementerian Perdagangan untuk beberapa komoditas, peritel lokal, lanjut dia, berusaha mengikuti imbauan tersebut seperti untuk harga gula pasir.
Khusus dengan HET minyak goreng, Putra mengakui anggota masih mengalami kesulitan dalam mengikuti HET karena belum mendapatkan harga pokok penjualan (HPP) yang sesuai sehingga masih memberikan harga di atas HET.
"Itu kembali lagi ke `buying power` terutamanya bagi peritel lokal yang tidak sebesar peritel berjaringan nasional dan lainnya," ujarnya.
Sementara itu Putra juga mengimbau anggota melakukan intensifikasi pengawasan pangan dengan memastikan semua produk mempunyai izin edar, kadaluwarsa atau dalam keadaan rusak.
Anggota juga diharapkan agar dapat memastikan ketersediaan dan implementasi standar prosedur penerimaan dan penanganan keluhan pelanggan di ritel modern anggota Aprindo.
Pihaknya juga mengingatkan kembali agar produk dengan kandungan nonhalal harus dipisahkan di rak atau tempat tersendiri atau memberikan tanda nonhalal pada produk tersebut.
"Bagi anggota Aprindo yang menjual produk makanan harus menerapkan praktik yang baik serta memastikan pengendalian hama tikus di seluruh toko," ucapnya.
Sedangkan terkait pasokan sampai saat ini masih dalam kondisi normal namun Aprindo Bali mempresiksi kesulitan distribusi mulai muncul pada H-7 sampai H+7 Lebaran.
Meski demikian, lanjut dia, masing-masing ritel sudah mengantisipasinya dengan strategi-strategi pemesanan barang agar stok tetap terjaga dalam periode tersebut. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026