Denpasar (Antara Bali) - Direktur Utama Investa Stellar Dana Kelola (ISDK) John Veter mengatakan pihaknya menargetkan dana di kelola atau aset pada tahun 2017 naik hingga 100 persen.

"Kami tahun ini menargetkan kenaikan aset hingga 100 persen. Hal tersebut berdasarkan kinerja perusahaan tahun 2016 yang hasilnya cukup memuaskan," kata Veter di sela acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ISDK di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Sabtu.

Ia mengatakan perusahaannya telah mengakuisisi saham dari dua perusahaan yakni PT Divestekno Anugerah dan PT Platinum Perkasa Indonesia masing-masing sebesar 30 persen.

"Saat ini, kedua perusahaan tersebut menunjukkan kinerja yang positif," kata Veter menjelaskan.

Ia mengatakan Platinum Perkasa Indonesia merupakan perusahaan pengekspor briket tempurung kelapa, kayu asam dan kayu alaban ke berbagai negara. Dan Divestekno Anugrah merupakan pendukung operasional kontraktor migas dan distributor tunggal untuk delapan merek di sektor migas Indonesia.

John Veter lebih lanjut mengatakan saat ini ISDK tengah fokus pada empat sektor pilihannya, yaitu sektor konsumer, peternakan, perikanan dan holtikultura.

"Tahun ini kami lebih gencar mencari perusahaan yang memiliki potensi untuk berkembang secara jangka panjang dan sesuai dengan filosofi perusahaan kami," ucapnya.

John Veter menjelaskan kehadiran ISDK di Platinum Perkasa Indonesia membuat perusahaan ini mampu memiliki pabrik baru yang berkapasitas lima kali lipat kapasitas pabrik lama saat ini.

"Sebelumnya Platinum mengirimkan tiga kontainer per bulannya untuk di ekspor. Saat ini pengiriman meningkat hingga 10 kontainer. Ke depannya akan mampu mengirim 15 hingga 20 kontainer," ujarnya.

Dikatakan, Platinum Perkasa Indonesia selain beroperasi di pabrik Cikunir juga memiliki 12 gudang untuk menampung bahan baku dari sentra batok di berbagai daerah. Dengan berdirinya pabrik baru, maka perusahaan tersebut akan menjadi salah satu pemilik pembuatan briket termodern di Indonesia.

Sedangkan Divestekno Anugrah hingga akhir tahun 2016, di tengah turunnya harga minyak dunia, omsetnya justru melonjak hingga 300 persen. Hal itu membuktikan perusahaan tersebut secara strategi sudah menguasai pangsa pasar.

"ISDK saat ini lebih fokus mengembangkan bisnisnya di Indonesia, Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dengan pengusaha Bali di sektor konsumer, peternakan, perikanan dan holtikultura untuk bekerja sama dan memanfaatkan peluang luar biasa yang dapat dilihat di masa depan," Kata John Veter. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta
Editor : I Komang Suparta

COPYRIGHT © ANTARA 2026