"Dari jumlah itu 15 orang diantaranya pelatih dari berbagai cabang olahraga, dengan harapan mampu mencetak atlet berprestasi," kata Humas KONI Bali I Ketut Atmaja di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, Bali selama ini mampu menempati urutan sembilan besar pada PON XVII di Kalimantan Timur tahun 2008. Penetapan atlet dan pelatih tersebut nantinya akan ditambah pada pra PON hingga nantinya mencapai sedikitnya 200 atlet.
Penetapan atlet dan pelatih tahap pertama itu didasarkan atas seleksi sesuai pedoman, tes dan analisa prestasi alet dari hasil kejuaraan.
Atlet yang telah ditetapkan tersebut akan dievaluasi setiap tiga bulan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sesuai standar cabang olahraga yang ditekuni.
Atlet Palda Bali emas yang ditetapkan tersebut antara lain I Gusti Made Oka Sulaksana (layar), Ni Luh Sinta Darmariani (angkat besi), I Gede Subagiasa (layar), Maria Natalia Londa (atletik), Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari (Pendak Silat) dan Julio Bria (tinju).
Atmaja menambahkan, KONI Bali juga lebih memantapkan koordinasi dan mekanisme kegiatan secara lebih terarah antarpengurus KONI kabupaten/kota, Provinsi Bali dan seluruh pengurus cabang.
Selain itu membentuk panitia pengendalian dan pengawasan (waskat) yang bertugas untuk mengendalikan latihan para atlet.
Selain itu lebih memantapkan bidang organisasi, penelitian dan pengembangan serta bidang pembinaan prestasi. Penelitian tes atlet sebagai seleksi pra PON telah dilakukan empat kali pada tahun 2010. Kegiatan lainnya melakukan kajian atlet yang berhak promosi dan degradasi untuk menghuni Palda Bakli Emas dari hasil tes dan evaluasi kejuaraan terakhir.
Bidang penelitian dan pengembangan terhadap pelaksanaan keempat tes tersebut meminjam peralatan pada IKIP PGRI Bali maupun FKOK Bali, katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026