Kapolda Bali, Irjen. Pol. Petrus Reinhard Golose, mengatakan Polda Bali akan mengirimkan 100 personel atau 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK), serta dua tenaga medis untuk mengantisipasi terjadinya unjuk rasa di Jakarta, terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law,
 
"Kita mengirimkan lagi BKO dari Polda Bali ke Jakarta dalam rangka mengantisipasi unjuk rasa. Namun demikian kita juga menyiapkan pasukan yang ada dan tadi sudah saya cek ke masing-masing kepala satuan kerja dalam hal ini para kapolres untuk menyiapkan pasukan yang juga nanti dalam rangka antisipasi, apabila ada unjuk rasa dan sebagainya di wilayah hukum Bali," kata Kapolda Bali, saat ditemui di Mapolda Bali, Denpasar, Senin.
 
Golose menjelaskan selain pengiriman personel, ada dua tenaga medis yang juga dikirimkan untuk bertugas. Hal ini bertujuan untuk menjaga di bidang kesehatannya dan berkaitan dengan protokol kesehatan.
 
"Ada dua tenaga medis juga, karena tentunya di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya ada petugas medis, tapi juga untuk menjaga karena sebenarnya sekarang yang paling penting adalah menjaga kaitan dengan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Pangdam Udayana minta jajaran dukung Polri amankan unjuk rasa
 
Selain itu, Golose mengimbau kepada masyarakat Bali, untuk tetap menjaga budaya Bali yang lemah lembut. Kata dia, kalaupun jika ada unjuk rasa, diharapkan untuk tidak terpancing dengan hal yang bersifat anarkis.
 
"Saya yakin percaya di Bali pasti bisa melakukan itu. Ini imbauan saya. Dan mudah-mudahan sampai akhir bulan ini tak ada hal-hal yang menonjol terjadi di Bali. Terkait dengan pengiriman personel, kita bekerja sama, tentunya dengan saling membantu antara polda dan dari kesatuan," ucap Kapolda.
 
Ia mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya juga dilakukan pengiriman personel ke Jakarta. "Kemarin, dari Brimob sudah dikirim 1 SSK juga," jelasnya.
 
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020