Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta bagi para seniman muda untuk menjadikan Gelar Seni Akhir Pekan "Bali Mandara Nawanatya" (BMN) sebagai ajang pembelajaran untuk memunculkan karya-karya inovatif.

"Jadi Bali Mandara Nawanatya bukan saja untuk mempertontonkan seni pertunjukan, namun dari sana akan muncul karya inovasi dan fenomenal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan pakem dan akar budaya Bali," katanya saat menutup ajang BMN II-2017, di Taman Budaya, Denpasar, Sabtu malam.

Pihaknya melihat pentas seni yang berlangsung selama hampir setahun di Taman Budaya Denpasar itu telah turut memberikan kontribusi positif dalam menggugah pemikiran masyarakat terhadap seni budaya Bali yang terus menerus mengalami pergeseran di tengah arus globalisasi.

"Ajang ini juga telah mampu meletakkan landasan yang kokoh terhadap ketahanan budaya Bali, sebagai penyangga utama identitas dan peradaban masyarakat Bali," ucapnya.

Sudikerta menambahkan, ajang tersebut juga akan menjadi lebih bermakna apabila diberikan bobot yang lebih, bukan sekadar hanya menyajikan hasil kesenian semata, namun bisa memberikan sajian yang menarik untuk diapresiasi oleh masyarakat sebagai keragaman seni budaya Bali.

Dia mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan BMN II-2017 dapat berjalan sukses dan lancar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan BMN tahun ini berlangsung dari 25 Februari 2017 dan berakhir pada 9 Desember 2017.

"Selama setahun penyelenggaraan telah ditampilkan berbagai gelar kreativitas seni yang merefleksikan kesenian inovatif menuju kesejahteraan, kemajuan dan keagungan peradaban Bali," ucapnya.

Dewa Beratha menambahkan, keseluruhan acara, dari workshop hingga pentas seni dan pagelaran yang melibatkan dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi dan seniman muda lainnya telah direspons positif oleh berbagai kalangan.

Penutupan BMN II-2017 ditandai dengan pengikatan kain atau selendang oleh Wagub Bali kepada salah seorang anak kecil.

Acara penutupan dimeriahkan dengan garapan kolosal bertajuk "Nemu Gelang" dengan menghadirkan seniman-seniman muda pilihan untuk menerjermahkan konsep sebuah seni pertunjukan yang atraktif dan inovatif. (*)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017